Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peralihan Pusat Data Tak Serta Merta Bikin Industri Telekomunikasi Sehat

Akademisi menilai peralihan status pusat daya tidak membuat industri telekomunikasi sehat kendati berpotensi menambah pendapatan operator.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 08 September 2021  |  17:56 WIB
Peralihan Pusat Data Tak Serta Merta Bikin Industri Telekomunikasi Sehat
Ilustrasi data center.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peralihan status pusat data dari milik sendiri menjadi sewa dinilai tidak serta merta membuat industri telekomunikasi makin sehat.

Dalam berapa kasus, memiliki pusat data berarti dapat menambah pendapatan operator karena mereka dapat menyewakan kapasitas yang ada kepada perusahaan lain. Adapun jika tidak ada penyewa, dibandingkan kosong, lebih baik disewakan.

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan operator seluler bisa saja meraup untung dari pusat data yang dimiliki, seandainya mereka memiliki penyewa dengan jumlah besar.

Penyedia layanan digital dan perusahaan teknologi membutuhkan pusat data untuk bisa beroperasi, terlebih di tengah percepatan transformasi digital.

“Maka nyaman memiliki data center,” kata Ian, Rabu (8/9/2021).

Hanya saja, kata Ian, seandainya pusat data yang dimiliki operator berlebih dari kebutuhan yang seharusnya, sebaiknya dijual untuk efisiensi dan jalannya industri yang makin sehat.

Dia memperkirakan dengan beralih dari memiliki pusat data menjadi penyewa pusat data, operator seluler dapat melakukan penghematan hingga 40 persen.

”Kalau pertumbuhannya rendah atau malah minus, lebih baik sewa saja,” kata Ian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data center operator seluler
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top