Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dugaan Data Pengguna eHAC Bocor, PeduliLindungi Masih Aman?

Kemenkominfo menjelaskan tentang keamanan data pada aplikasi PeduliLindungi usai ada dugaan kebocoran data pada eHAC.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 01 September 2021  |  10:21 WIB
Pengunjung mengukur suhu tubuh dan scan QR Code PeduliLindungi sebelum masuk ke mal - Antara
Pengunjung mengukur suhu tubuh dan scan QR Code PeduliLindungi sebelum masuk ke mal - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi tetap aman. Dugaan kebocoran data terjadi pada eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan dugaan kebocoran data pribadi di aplikasi eHAC tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Data pengguna eHAC yang telah terintegrasi dengan apikasi PeduliLindungi tetap terjaga dan tidak bocor.

“Alasannya penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional [PDN],” kata Dedy dalam siaran pers, Rabu (1/9/2021).

Dedy menjelaskan Kemenkominfo sedang mengambil langkah-langkah untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi pengguna aplikasi eHAC, sesuai amanat PP No. 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) serta peraturan perundangan lainnya.

Kemenkominfo telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran sementara, terdapat dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.

Kementerian Kominfo dan BSSN telah menyampaikan beberapa poin untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan, terutama terkait dengan keamanan sistem elektronik, pencegahan insiden yang lebih besar, tanggung jawab hukum, dan kepatuhan terhadap aturan pelindungan data pribadi.

“Kami bersama dengan pihak-pihak terkait akan melanjutkan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC,” kata Dedy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serangan siber Pedulilindungi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top