Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Data 1,3 Juta Pengguna eHAC Sudah Bocor Sejak Juli 2021

vpnMentor menyebutkan awal kebocoran data 1,3 juta pengguna eHAC terjadi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 31 Agustus 2021  |  13:12 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – vpnMentor, perusahaan keamanan siber, menemukan adanya kebocoran data pengguna pada aplikasi eHAC milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 15 Juli 2021.

Dikutip melalui laman resminya, rim peneliti di vpnMentor menyebut data yang ada di aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) ini tersimpan dalam server yang mudah diakses oleh siapa pun.

"Berdasarkan garis waktu penemuan dan tanggapan, tim vpnMentor menemui adanya kebocoran data pada 15 Juli 2021 dan melakukan kontak ke Kemenkes pada 21 Juli 2021," kata Peneliti vpnMentor, Noam Rotem dan Ran Locar, seperti dikutip, Selasa (31/8/2021).

Selanjutnya, pengungkapan kebocoran terhadap CERT Indonesia dilakukan pada 22 Juli 2021 dan kepada BSSN pada 22 Agustus 2021 serta pengungkapan kepada Google sebagai penyedia hosting pada 25 Juli 2021. Upaya kontak kedua pun dilakukan dengan Kemenkes pada 26 Juli 2021.

Menurut vpnMentor, pengembang dari aplikasi tersebut belum membenamkan protokol privasi yang baik sehingga data lebih dari 1,3 juta orang terbuka di servernya, yaitu status kesehatan seseorang, informasi pribadi, kontak, hasil tes Covid-19 dan lainnya.

“Memahami pelanggaran dan potensi dampaknya membutuhkan perhatian dan waktu yang cermat. Kami bekerja keras untuk menerbitkan laporan yang akurat dan dapat dipercaya, memastikan semua orang yang membacanya memahami,” tuturnya.

Sekadar informasi, e-HAC adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan, merupakan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya. Sistem e-HAC dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam hal ini, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Aplikasi ini wajib digunakan oleh pengunjung yang memasuki Indonesia ataupun mereka yang bepergian domestik untuk memastikan mereka tidak tengah terjangkit virus Covid-19.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top