Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Hujan Meteor Perseid 12 Agustus Besok, Ini Waktu dan Tips Menyaksikannya

Berikut ini adalah beberapa tip yang diperoleh dari pengamatan bintang dan hujan meteor selama bertahun-tahun. Pertama tunggu sampai malam cerah untuk menjadi waktu terbaik melakukan pengamatan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Agustus 2021  |  17:56 WIB
Meteor perseid
Meteor perseid

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan Meteor Perseid aktif sejak tanggal 17 Juli hingga 24 Agustus dan puncaknya terjadi pada tanggal 12-13 Agustus 2020.

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik radian (titik asal munculnya hujan meteor) yang terletak di konstelasi Perseus, Hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle.

Hujan meteor ini dapat disaksikan dari arah Utara-Barat Laut hingga Utara mulai tengah malam waktu setempat hingga 20 menit sebelum Matahari terbit.

Intensitas maksimum hujan meteor ini untuk di Indonesia mencapai 60-90 meteor tiap jam dengan kelajuan meteor mencapai 212.400 km/jam. Hujan meteor ini tidak terganggu oleh Bulan fase Sabit Awal berumur 4 hari dikarenakan sudah terbenam sebelum tengah malam.

Hujan meteor Perseid mengelilingi Matahari setiap 133 tahun sekali.

Arah hujan meteor bisa dilihat pada konstelasi Perseus, karena itulah diberi nama Hujan meteor Perseid.

Hujan meteor ini menarik untuk diamati karena bisa terlihat 50 - 75 meteor yang melintasi di langit.

Tips melihat bintang dan hujan meteor

Berikut ini adalah beberapa tip yang diperoleh dari pengamatan bintang dan hujan meteor selama bertahun-tahun. Pertama tunggu sampai malam cerah untuk menjadi waktu terbaik melakukan pengamatan.

Jangan terpaku pada malam puncak. Lihatlah beberapa malam sebelum dan sesudah puncak yang diperkirakan. Biasanya, setelah malam puncak pemandangan juga tak kalah menarik karena pada saat itu Bulan akan terbit lebih larut setiap malamnya.

Selain itu, temukan tempat dengan pemandangan yang bagus. Juga jauhkan cahaya Bulan dari mata Anda dan amati dari suatu tempat di mana sebuah bangunan menghalangi cahayanya. Ini dilakukan untuk membatasi tampilan bidang lebar.

Tips lainnya adalah tetap diam dan bersabar, juga jangan melihat ponsel karena Anda membutuhkan mata yang bisa beradaptasi dengan gelap. Satu lagi tipsnya, jika malam itu mendung maka lewatkan saja karena akan sulit melihat fenomena tersebut.

Anda sebaiknya mulai sekitar 90 menit setelah matahari terbenam dan terus berlanjut hingga Bulan terbit dan secara jelas memutihkan langit malam. Meski demikian, Anda kemungkinan masih akan melihat bintang jatuh, selain pada tengah malam dengan berbagai kondisi yang diperlukan.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top