Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TaniHub Group: Adaptasi Jadi Kunci Bertahan di Masa Pandemi

TaniHub Group menilai pemain startup perlu beradaptasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen untuk bisa bertahan di masa pandemi Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  07:51 WIB
Ilustrasi TaniHub. - dok. TaniGroup
Ilustrasi TaniHub. - dok. TaniGroup

Bisnis.com, JAKARTA – TaniHub Group menilai untuk beradaptasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen di masa pandemi Covid-19, setiap pemain startup perlu memiliki ekosistem dari hulu ke hilir.

Chief Marketing Officer TaniHub Group Ritchie Goenawan mengatakan ketangguhan (resilience) pada masa yang penuh tantangan merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Bahkan, tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga terus mencari berbagai peluang dari hulu hingga hilir yang dapat mengakselerasi upaya peningkatan value chain.

“Sebagai sebuah perusahaan, kami merasakan sekali pentingnya resilience, begitu pula halnya dengan mitra dan konsumen kami dari hulu sampai hilir. Sebab, jika kami tidak bisa memberikan layanan, proses dan eksekusi seoptimal mungkin, tentu akan memberikan dampak yang kurang baik. Tidak hanya bagi kami sendiri, tapi juga bagi semua pemangku kepentingan,” ujarnya, Selasa (10/8/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020 memicu tren pergeseran yang signifikan dalam kebiasaan berbelanja masyarakat, yaitu dari tradisional menuju digital.

Hal ini telah dibuktikan dengan peningkatan transaksi harian di platform e-commerce TaniHub yang saat ini mendekati tiga kali lipat sejak awal Juli, ketika pemerintah dikabarkan menyiapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang kemudian saat ini telah berubah menjadi PPKM Level 4.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar pun dilakukan oleh masyarakat secara daring. Sayur, buah, telur, hingga daging ayam menjadi primadona di e-commerce TaniHub, bahkan sebelum adanya pandemi.

“Yang membedakan adalah peningkatan gramasi pembelian komoditas pangan ini oleh konsumen ketika pandemi melanda Indonesia. Dengan mobilitas yang terbatas saat pandemi dan semakin banyak orang yang ingin melindungi dirinya dari ancaman virus, kami melihat masyarakat mulai terbuka untuk mencoba berbelanja bahan pangan secara daring,” katanya.

Kendati menghadapi lonjakan permintaan, Ritchie menekankan bahwa TaniHub Group terus berkomitmen dalam melayani konsumen dengan lebih baik dan cepat. Perusahaan memastikan ketangguhan ekosistemnya dengan secepat mungkin beradaptasi dan memperkuat koordinasi dari hulu ke hilir.

Menurutnya, dengan upaya tersebut, perusahaan dapat terus menjaga service level agar konsumen tetap setia mendukung petani Indonesia dengan berbelanja melalui aplikasi maupun online store TaniHub.

Di sisi hulu, dia melanjutkan, perusahaan tidak berhenti memperkuat sistem supply-demand forecasting yang terus dibangun untuk membantu petani dalam kultivasi tanaman pangan mereka, sehingga pasokan dapat selalu cukup memenuhi permintaan, baik di saat normal maupun ketika terjadi lonjakan.

Adapun, di sisi hilir, perusahaan terus berkreasi melalui berbagai program untuk memenuhi permintaan konsumen, baik yang umum maupun spesifik.

Sebagai contoh, TaniHub telah mengeluarkan paket bundling bertajuk Banses (Bantuan Sesama) yang mencakup berbagai jenis produk segar dan sembako untuk memudahkan konsumen yang ingin memberikan bantuan bagi orang lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp taniHub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top