Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Seluler Bakal Tahan Ekspansi ke Daerah Baru

Operator seluler dinilai bakal menahan diri untuk melakukan ekspansi ke daerah baru kendati adanya PPKM tidak menghalangi kinerja mereka.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  12:03 WIB
Operator Seluler Bakal Tahan Ekspansi ke Daerah Baru
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pergelaran jaringan operator seluler pada 6 bulan ke depan diperkirakan tak akan terhenti oleh pandemi. Hanya saja, operator diprediksi lebih fokus pada peningkatan kapasitas dibandingkan ekspansi jaringan ke wilayah baru.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan secara pergelaran jaringan, pandemi Covid-19 tidak akan membuat pergelaran melambat.

“Kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat [PPKM] longgar untuk sektor telekomunikasi. Hampir tidak ada perubahan gelar jaringan,” kata Ian, Kamis (29/7/2021).

Ian memperkirakan penguatan jaringan dengan meningkatkan kapasitas dan ekspansi jaringan tetap dilakukan, hanya saja, porsi peningkatan kapasitas bakal lebih besar khususnya di daerah perumahan. Jumlah base transceiver station (BTS) yang dibangun pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, kata Ian, juga tidak akan berbeda.

Sekadar informasi, pada 2020, Telkomsel, Indosat dan XL Axiata masing-masing telah membangun BTS 4G sebanyak 11.898BTS, 10.713BTS, dan 10.718BTS. Hingga kuartal I/2021, Telkomsel telah menambah 2.993 BTS 4G, XL bertambah 2.792BTS, dan Indosat bertambah 3.426BTS 4G. Indosat mengeklaim 50 persen target pembangunan pada 2021 telah rampung pada kuartal I/2021.

Ian memperkirakan hingga 6 bulan ke depan, pergelaran jaringan operator akan difokuskan pada peningkatan kapasitas di kota-kota besar. Aktivitas digital di masyarakat terus meningkat, sehingga membutuhkan lebih banyak kapasitas.

Sementara ekspansi jaringan di daerah baru dan kawasan rural, akan lebih lambat dibandingkan dengan tahun lalu, karena beberapa daerah menetapkan pembatasan pergerakan dengan sangat ketat.

“Kalau kota besar memang sekarang waktunya meningkatkan standar layanan agar loyalitas dan kepuasan pelanggan meningkat,” kata Ian.

Mengenai ekspansi jaringan Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesian Digital Empowerment Community (IDIEC) Ariyanto A. Setyawan berpendapat operator seluler sedang menimbang matang-matang. Mereka berhitung apakah lalu lintas data di perumahan terjadi secara permanen atau tidak.

Ada kekhawatiran jika pandemi selesai, lalu lintas data bakal kembali normal ke kawasan perkantoran. Namun, tidak ada yang dapat memprediksi kapan pandemi di Tanah Air selesai.

“Lalu lintas data di perkantoran dan pertokoan adalah jangka panjang, tetapi karena pandemi jadi tidak relevan. Yang di perumahan, sebelumnya tidak pakai video streaming, sekarang pakai Zoom satu rumah,” katanya.

Meski demikian, menurut Ariyanto, ada juga operator yang mengambil momentum pandemi untuk menarik pelanggan baru di daerah rural. Operator tersebut membaca adanya permintaan jaringan di daerah pedesaan, sehingga tetap melakukan ekspansi jaringan.

Dalam ekspansi jaringan tersebut, operator berhitung tentang permintaan layanan data dengan kemampuan daya beli. “Di daerah rural juga terjadi peningkatan jadi mungkin ada juga operator yang masuk,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi operator seluler PPKM Darurat
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top