Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Stimulus Belanja Online, Kenali Lebih Dekat Conversational Commerce

Adanya perdagangan percakapan diakibatkan penetrasi platform lokapasar di setiap kota yang belum menunjukan penerimaan yang sama terhadap adaptasi teknologi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  21:01 WIB
Jadi Stimulus Belanja Online, Kenali Lebih Dekat Conversational Commerce
Ilustrasi belanja online. / istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan belanja daring melalui platform conversational commerce (perdagangan percakapan) dinilai dapat menjadi strategi yang efektif untuk digunakan saat pandemi Covid-19.

Perdagangan percakapan adalah perdagangan elektronik yang dilakukan melalui berbagai cara percakapan dan menggunakan teknologi seperti aplikasi pesan instan, pengenalan suara, pengenalan pembicara, pemrosesan bahasa alami (chatbots), dan kecerdasan buatan.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan alasan perdagangan percakapan cukup efektif untuk diterapkan lantaran penetrasi platform lokapasar di setiap kota yang belum menunjukan penerimaan yang sama terhadap adaptasi teknologi.

“Kota tier 2, 3, 4 dari hasil survei pun belum menunjukkan penerimaan yang sama dengan kota tier 1 di mana tingkat kepercayaan bertransaksi dan mengakses aplikasi lokapasar masih menjadi pertimbangan,” katanya, Senin (21/6/2021).

Menurutnya, conversational commerce menjadi potensi untuk menjawab keraguan segmen pasar di kota tier 2-4 agar proses transaksi menjadi lebih interaktif. Khususnya, menumbuhkan dan melatih kesadaran digital di masyarakat kota tier tersebut

“Seperti sebutannya, conversational lebih interaktif, penjual dan pembeli mendapatkan respon pada saat itu juga sehingga diharapkan ceruk pasar yang masih belum terjangkau karena faktor kepercayaan bisa didapatkan dengan conversational commerce tersebut,” katanya.

Menurut data dari Statista, nilai rata-rata pesanan belanja daring melalui desktop adalah US$146,46. Kemudian, untuk pembelian dari ponsel pintar dan tablet masing-masing adalah US$104,63 dan US$109,4.

Laporan tersebut memerinci, ponsel cerdas menyumbang 58 persen dari kunjungan situs web ritel di seluruh dunia dan menghasilkan 38 persen dari pendapatan belanja e-ritel.

Adapun, chatbots sangat penting dalam kaitannya dengan perdagangan percakapan, tetapi kurang penting dalam ruang pembayaran seluler. Sebaliknya, ini adalah satu lagi peluang bagi bisnis untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka yang menggerakkan seluruh dunia dengan ponsel cerdas mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top