Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Esport Jadi Ajang Korporasi Mendekatkan Diri ke Pasar Milenial

Pandemi yang masih berlangsung membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di depan dawai salah satunya melakukan gim daring.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Juni 2021  |  19:09 WIB
Esport Jadi Ajang Korporasi Mendekatkan Diri ke Pasar Milenial
Suasana babak Grand Final Piala Presiden Esports 2019 yang berlangsung di Istora Senayan pada Minggu (31/3/2019). - Bisnis/Rahmad Fauzan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Popularitas olahraga elektronik (esports) yang terus meningkat selama pandemi selaras dengan sejumlah perusahaan yang mulai merambah industri tersebut lantaran ceruk bisnis yang diyakini menjanjikan.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan mengatakan bahwa bertumbuh derasnya esport turut menjadi cara bagi korporasi untuk mendekatkan diri kepada generasi muda agar mengenal brandnya.

“Penggerak industri esport tidak ada bedanya dengan sports atau atraksi lainnya yang digandrungi pemain gim yang rata-rata anak muda sehingga akses ke pemain, club, liga dan fans tentu menjadi ketertarikan korporasi untuk bisa turut serta memberikan pengaruh brand mereka ke ceruk pangsa pasar ini,” ujarnya, Jumat (18/6/2021)

Dia mencontohkan Mobile Premier League (MPL) yang saat ini menjadi liga esports yang populer turut menjadi magnet bagi korporasi untuk mendapatkan keuntungan dari olahraga yang tengah digandrungi milenial dan generasi Z saat ini.

“MPL, para juara dengan fanbase dan followers terbanyak akan makin populer dan mendapatkan sponsorship/endorsement dan arena merupakan liga esports yang populer, layaknya liga olahraga lainnya, popularitas para klub pemain apalagi yang juara menjadi target para korporasi untuk melakukan promosi dan beriklan,” katanya.

Kepala Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan industri esport memang merupakan salah satu subindustri digital yang lumayan pesat.

Menurutnya, pandemi yang masih berlangsung membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di depan dawai salah satunya melakukan gim daring.

“Pertumbuhan penggunanya bisa meningkat hingga 18—20 per tahun. Dengan angka pengguna gim daring yang tumbuh sebesar itu, bisa dibilang minimal besaran ekonomi digital sub game daring bisa tumbuh hingga 8 persen per tahunnya. Ini jadi alasan kuat banyak perusahaan masuk ke [sektor] sini,” katanya.

Huda memerinci motor penggerak utama dari esports adalah pertumbuhan kelas milenial dan gen Z yang memang sudah akrab dengan gim dan keuntungan pendapatan dari gim yang juga besar.

“Pertumbuhan pendapatan iklan dari gim daring saja bisa tumbuh hingga 26 persen pada 2021 serta penjualan pernak-pernik gim di app store saja bisa tumbuh hingga 20 persen,” kata Huda.

Berdasarkan data Statista, pasar esports telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan makin banyak pemirsa yang menonton gim favorit mereka dimainkan oleh sejumlah pemain gim terbaik di dunia.

Pada 2024, diperkirakan ada hampir 286 juta penggemar esports di seluruh dunia, meningkat pesat dari 197 juta pada 2019. Selain itu, sekitar 291,6 juta orang diperkirakan sesekali menonton esports pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

esports Gim Daring
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top