Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Manfaat Palapa Ring Integrasi Bagi Jaringan Telekomunikasi

Palapa Ring dengan tambahan kabel serat optik dinilai bisa membuat jaringan telekomunikasi nasional makin andal.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  13:07 WIB
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat telekomunikasi menilai kehadiran tulang punggung Palapa Ring akan membuat jaringan telekomunikasi di Indonesia makin andal. Tambahan kabel serat optik juga akan membuat Palapa Ring yang saat ini masih sepi, bisa makin diminati.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan pergelaran jaringan serat optik Palapa Ring Integrasi akan membuat lebih banyak interkoneksi dan membentuk beberapa ring baru.

Ring baru berfungsi untuk membuat jaringan yang ada saat ini makin andal karena memiliki lebih dari satu rute. Alhasil, ketika satu kabel putus, kabel lainnya masih beroperasi. Adapun interkoneksi akan membuat pengguna Palapa Ring memliki layanan dengan jangkauan yang makin luas

“Tingkat keinginan [operator telekomunikasi] untuk menggunakan Palapa Ring akan tinggi. Secara operasional memudahkan dan masuk secara bisnis,” kata Ian, Kamis (10/6/2021).

Sekadar informasi berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis.com, pada 2020 utilisasi Palapa Ring Barat tercatat sebesar 35 persen dari total kapasitas yang tersedia, kemudian untuk Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur masing-masing sebesar 20 persen dari kapasitas.

Adapun mengenai tantangan yang bakal dihadapi, menurut Ian, adalah menyusun perencanaan yang matang dalam waktu yang dekat. Seperti diketahui Palapa Ring tambahan rencananya akan dibangun pada 2022 dan rampung pada 2023.

Kemenkominfo harus memetakan dengan jelas baik secara geografis, kebutuhan operator dan mendekatkan dengan pengguna akhir. Kemenkominfo juga harus dapat berhitung dengan cermat untuk biaya sewa yang layak.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan saat ini pemanfaatan Palapa Ring belum maksimal. Harga sewa Palapa Ring di semua segmen terlalu mahal. Dari sisi infrastruktur jaringan, juga belum lengkap dan saling terhubung.

Heru mengatakan jaringan Palapa Ring baru menghubungkan antar-ibu kota kabupaten/kota dan belum semua jaringan terhubung dengan kabel serat optik, di mana ada yang masih menggunakan radio gelombang mikro dengan kapasitas data yang kecil. Jairngan yang tidak saling terhubung ini gagal membuat ring yang utuh sehingga sistem jaringan cadangan tidak berfungsi.

“Sehingga kalau ada kabel putus, jaringan terkendala karena fungsi ring tidak berjalan,” kata Heru.

Heru berharap ke depan, selain jairgan tulang punggung yang melengkapi ring dan menggantikan gelombang mikro, Kemenkominfo perlu menambahkan jairngan pengalur (backhaul) agar jaringan tidak hanya sampai ibu kota kabupaten/kota tetapi sampai ke kecamatan bahkan hingga desa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi palapa ring
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top