Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari ini! Puncak Hujan Meteor Arietid, Bisa Dilihat Siang Hari

Puncak Hujan Meteor Arietid dapat disaksikan saat siang hari dari berbagai tempat di Indonesia.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  08:53 WIB
Hujan meteor Quadrantid tahunan di Qingdao, Provinsi Shandong, China. - Antara/Reuters
Hujan meteor Quadrantid tahunan di Qingdao, Provinsi Shandong, China. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan masyarakat dapat menyaksikan puncak hujan meteor Arietid pada hari ini, Senin (7/6/2021).

"Hujan meteor ini dapat disaksikan saat menjelang fajar dari berbagai tempat di Indonesia," Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emanuel Sungging Mumpuni, dikutip Senin (7/6/2021).

Dia menuturkan Hujan meteor Arietid aktif sejam 14 Mei - 24 Juni 2021. Hujan meteor Arietid merupakan satu-satunya hujan meteor yang dapat disaksikan ketika siang hari. Emanuel menuturkan, hujan meteor tersebut bahkan dapat disaksikan langsung tanpa alat bantu.

Fenomena hujan meteor Arietid bisa disaksikan dari arah Timur-Timur laut sebelum fajar astronomis, berkulminasi di arah utara pada pukul 10.00 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat laut pukul 16.00 waktu setempat.

Pada saat puncak, lanjutnya, akan ada 50 meteor per jam ketika di zenit tetapi mayoritas datang di siang hari bolong sehingga akan sulit dilihat.

Sementara itu, waktu terbaik untuk melihatnya adalah sesaat sebelum matahari terbenam. Lihatlah ke timur, tepat di atas tempat Matahari terbit.

Melansir dari Express, para ahli tidak yakin sumber meteor tersebut. Namun, hujan meteor tersebut akan berasal dari komet atau asteroid yang mengorbit matahari yang meninggalkan jejak puing saat melakukannya.

"Tidak ada yang yakin dari mana meteoroid Arietid berasal, meskipun beberapa astronom menduga itu adalah puing-puing dari asteroid 1566 Icarus yang sedang berjemur. Kemungkinan lain adalah bahwa Arietid berasal dari pecahnya komet raksasa ribuan tahun yang lalu," papar ahli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa meteor
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top