Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smartfren (FREN) Incar Segmen Korporasi Melalui Layanan 5G

Smartfren saat ini memiliki spektrum frekuensi sebesar 40 MHz di pita 2,3 GHz. Untuk menggelar 5G dibutuhkan pita minimal 100 MHz.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  17:24 WIB
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) berpeluang mendorong layanan 5G yang dimilikinya nanti ke segmen korporasi.

Smartfren yang telah memiliki seperlima porsi saham dari PT Mora Telematika Indonesia terbuka untuk masuk lebih dalam ke pasar Moratelindo dari segmen industri.

Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak mengatakan bahwa masuknya Smartfren sebagai salah satu pemegang saham perusahaan akan membuat kerja sama keduanya makin erat.

Kedua perusahaan juga akan bahu-membahu untuk mengembangkan era 5G dari sisi infrastruktur 5G dan penetrasi ke pasar korporasi.

“Bisa cross selling juga. Ke depan 5G itu kan banyak pelanggan korporasinya, Moratelindo selama ini bermain di korporasi dan 5G banyak solusi IoT [internet of things],” kata Galumbang kepada Bisnis, Senin (31/5/2021).

Galumbang mengatakan bahwa seluruh industri yang menjadi pelanggan korporasi Moratelindo berpeluang menikmati jaringan 5G Smartfren nantinya. Misalnya, IoT 5G di industri pertambangan, manufaktur, atau 5G untuk kota cerdas.

Dia menuturkan pelanggan korporasi berbeda dengan pelanggan ritel. Untuk menjangkau pelanggan ritel lebih mudah karena operator hanya perlu memasang jaringan 5G saja.

Jika masyarakat sekitar menara pemancar atau base transceiver station (BTS) itu telah memiliki gawai yang mendukung 5G, mereka secara otomatis akan terhubung dengan 5G. Tantangannya, daya beli pelanggan ritel untuk 5G belum tentu memadai.

Kebutuhan pasar ritel untuk layanan 5G juga belum mendesak. Seluruh aktivitas telekomunikasi data yang ada di Indonesia masih cukup hanya dengan menggunakan 4G, sedangkan untuk segmen korporasi, operator harus kustomisasi layanan 5G sesuai dengan kebutuhan industri. 

Secara penetrasi, masuk ke segmen industri lebih sulit, namun secara pendapatan yang diperoleh segmen industri lebih besar dan stabil.

Moratelindo mengeklaim telah memiliki lebih dari 10.000 pelanggan korporasi. Jumlah itu merupakan potensi pasar yang bakal dimasuki 5G Smartfren jika sudah meluncur secara komersial.

“Untuk menyasar korporasi butuh perusahaan yang sudah berpengalaman menjalin kerja sama dengan korporasi-korporasi. Kalau seluler kan selama ini biasanya ke ritel,” kata Galumbang.

Menurut Galumbang, dalam waktu dekat Smartfren bakal melangkah ke 5G. Smartfren, sebutnya, tinggal menunggu kehadiran spektrum frekuensi. Ada dua cara untuk mendapatkan spektrum. Pertama, dengan skema kerja sama, Kedua dengan skema ikut lelang.

Smartfren saat ini memiliki spektrum frekuensi sebesar 40 MHz di pita 2,3 GHz. Untuk menggelar 5G dibutuhkan pita minimal 100 MHz.

“Selain itu untuk 5G butuh serat optik, Moratelindo merupakan salah satu operator telekomunikasi dengan serat optik terluas, di atas 50.000 kilometer,” kata Galumbang.

Dia mengatakan bahwa dengan puluhan ribu kilometer kabel serat optik yang tergelar, layanan Moratelindo telah menjangkau seluruh Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren teknologi 5G
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top