Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Xiaomi dan Samsung Kolaborasi Ciptakan Chip Custom Baru

Belakangan ini, banyak perusahaan beralih ke chipset custom di pasar ponsel pintar Android.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 April 2021  |  21:55 WIB
Ilustrasi chip -  Bloomberg
Ilustrasi chip - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Dua perusahaan teknologi Xiaomi dan Samsung dikabarkan bermitra untuk memproduksi cip custom baru. Kedua perusahaan dilaporkan telah mengadakan 5 pertemuan terkait pengembangan cip yang berbasis core ARM Cortex X2.

Dikutip tempo.co, Kamis (29/4/2021), saat ini ARM belum mengumumkan Cortex X2, meskipun arsitektur baru itu diharapkan meluncur akhir tahun ini. 

Mirip dengan kemitraan antara raksasa teknologi Cina dengan Korea Selatan itu, Qualcomm juga diperkirakan mengadopsi arsitektur v9 baru untuk cip andalannya yang akan datang.

Bahkan Samsung kemungkinan akan menggunakan inti baru untuk prosesor berbasis Exynos.

Lebih lanjut, laporan tersebut juga menambahkan Xiaomi berusaha untuk terus menggunakan GPU ARM Mali atas penawaran gabungan Samsung dan AMD. Alasannya, karena terbatasnya unit yang mungkin tersedia.

Belakangan ini, banyak perusahaan beralih ke chipset custom di pasar ponsel pintar Android. Dengan Apple telah memindahkan seri Mac dari PC ke silikon custom, Google dilaporkan sedang mengerjakan SoC 'Whitechapel' custom untuk seri Pixel 6 yang akan datang.

Namun, sebelumnya sebuah laporan menjelaskan bahwa produsen smartphone China memiliki minat untuk mengembangkan cip berbasis silikon custom.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

samsung chip xiaomi

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top