Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 3 Skema Hasil Lelang 2,3 GHz yang Tentukan Nasib Telkomsel, XL dan Smartfren

Pada lelang kali ini para peserta diperbolehkan menguasai lebih dari satu blok – dari tiga blok yang dilelang - maka terdapat beberapa skema yang bisa terjadi, perihal kondisi spektrum operator di pita 2,3 GHz ke depannya. Berikut skema-skema tersebut.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 April 2021  |  11:40 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang spektrum operator di pita 2,3 GHz menyisakan tiga operator seluler yang hingga saat ini masih saling melakukan tawar-menawar harga pada Senin (19/4/2021).

Mengingat pada lelang kali ini para peserta diperbolehkan menguasai lebih dari satu blok – dari tiga blok yang dilelang - maka terdapat beberapa skema yang bisa terjadi, perihal kondisi spektrum operator di pita 2,3 GHz ke depannya. Berikut skema-skema tersebut:

Pertama, masing-masing operator dapat 10 MHz. Dalam skema ini Telkomsel, XL, dan Smartfren masing-masing mendapat tambahan 10MHz atau menguasai 1 blok.

Telkomsel dan Smartfren diuntungkan dengan skema ini karena total pita frekuensi yang mereka gunakan menjadi 40MHz di pita 2,3GHz, sehingga kualitas layanan 4G mereka akan meningkat.

Sementara itu, XL dengan tambahan 10MHz, pita yang mereka miliki menjadi 10MHz di pita 2,3 GHz, kondisi yang kurang menguntungkan untuk layanan 4G mereka. Kenapa?

Sekadar informasi, teknologi 4G diprogram dengan ‘ikatan’ spektrum frekuensi per 20MHz, 40MHz, 60MHz dan kelipatan 20MHz seterusnya. Dengan hanya memiliki 10MHz maka perangkat 4G kapasitasnya akan kosong sebesar 50 persen atau tidak dapat digunakan.

Skema kedua, satu operator mendapat 20MHz, satu operator memperoleh 10MHz dan 1 operator tidak mendapatkan apa-apa.

Skema ini menguntungkan bagi XL dan bagi Telkomsel atau Smartfren, dengan catatan XL mendapat 20MHz, sementara Telkomsel atau Smartfren salah satunya mendapat 10MHz dan satunya lagi pulang dengan tangan kosong.

Akan tetapi jika yang mengusai 20MHz antara Telkomsel dan Smartfren, maka nilai tawar XL jadi turun karena yang tersisa hanya 10MHz yang mana kurang menguntungkan bagi XL. Sementara itu bagi Telkomsel atau Smartfren tambahan 10MHz masih berharga.

Skema ketiha, satu operator memborong seluruh Blok 3x10MHz

Ini adalah skema terakhir di mana lelang 2,3 GHz hanya dimenangkan oleh satu operator. Jika salah satu dari Smartfren atau Telkomsel yang menang, maka diantara mereka akan mengantongi spektrum frekuensi sebesar 60MHz, pita frekuensi terlebar yang dikantongi oleh satu operator di Indonesia, di satu pita spektrum frekuensi.

Salah satu diantaranya bahkan berpeluang untuk menggelar 5G dengan 60MHz. Sementara itu, bagi XL, tambahan 30 MHz akan membuat 4G mereka lebih kuat dibandingkan hanya mengantongi 10MHz.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata telkomsel smartfren frekuensi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top