Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Tegaskan Potensi dari Transformasi Digital. Apa Saja?

Percepatan transformasi digital tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komunitas digital Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  11:37 WIB
Presiden Joko Widodo pada acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin 1 Februari 2021 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo pada acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin 1 Februari 2021 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan transformasi digital menjadi kunci Indonesia untuk bertahan di masa pandemi Covid-19. 

Presiden mengatakan kehadiran digital dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan masyarakat tetap produktif di tengah keterbatasan interaksi.

“Kita harus gunakan momentum pandemi untuk mendorong transformasi digital dari pemerintahan digital, ekonomi digital, sampai masyarakat digital, dan Infrastruktur digital,” ujar Jokowi dalam sambutanya di agenda DevCon 2021 – Accelerating Indonesia’s Digital Economy yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan percepatan transformasi digital tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komunitas digital Indonesia. Upaya itu bisa dilakukan melalui investasi pembangunan pusat data, mempercepat program literasi digital, dan pengembangan talenta digital secara masif

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan menjanjikan mulai dari populasi terbesar keempat di dunia, penetrasi internet yang terus tumbuh sejalan dengan pembangunan infrastruktur digital yang akan hadir di seluruh pelosok Indonesia.

“Kami harapkan potensi yang besar ini bisa ditangkap oleh perusahaan digital baik yang ada di dalam negeri maupun global sehingga akan membuka lapangan kerja baru, terutama untuk usia produktif yang Indonesia miliki,” katanya.

Pasalnya, dia menyebutkan setiap tahun ada 2,9 juta anak muda yang masuk ke pasar kerja sehingga Presiden meyakini peluang tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar dapat menjadi talenta digital.

“Upaya ini butuh langkah terencana, sistematis, dan detail. Mulai dari hulu hingga hilir, pelatihan guru dan siswa untuk makin mengenal dunia digital. Literasi digital memiliki momentum di masa pandemi, karena segala aktivitas tidak lepas dari daring,” tuturnya.

Tidak hanya itu,  Jokowi mengatakan bahwa transformasi digital juga menjadi pintu agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa naik kelas sehingga bisa menjadi bagian dari rantai pasok dalam negeri dan global.

“Data yang saya miliki menunjukan terjadi peningkatan transaksi penjualan daring 10–15 persen. Hal ini memperkuat untuk  terus membeli produk UMKM yang terwadahi di e-commerce. Apalagi kita sudah memiliki 8 juta dari 60 juta unit umkm yang sudah terhubung wadah digital. Kita harus dorong agar terus bertambah bisa 10 juta, 15 juta, 20 juta, dan seterusnya,” ujarnya.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menemukan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan akan mencapai US$44 miliar atau setara Rp624,2 triliun pada 2020, dan melesat hampir tiga kali lipat pada 2025 mencapai sekitar US$124 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi transformasi digital
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top