Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengguna Ponsel Lebih Suka Nonton Streaming Video Berlangganan

Hasil riset Adjust menemukan sebagian besar pengguna ponsel di dunia cenderung menggunakan untuk menonton streaming konten video berlangganan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  23:16 WIB
Ilustrasi. Situs dan aplikasi streaming film legal Viu  -  Tangkapan layar Viu.com
Ilustrasi. Situs dan aplikasi streaming film legal Viu - Tangkapan layar Viu.com

Bisnis.com, JAKARTA – Adjust, platform analitik pemasaran aplikasi global, menemukan bahwa 52,5 persen pengguna di seluruh dunia makin banyak menggunakan ponsel pintar untuk streaming konten video berlangganan (subscription video on demand/SVoD).

Lead product strategist Adjust Gijsbert Pols mengatakan ada perubahan mendasar dalam pola konsumsi ke arah mobile, di mana 84 persen pengguna di berbagai negara yang disurvei menggunakan ponsel untuk streaming konten dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak sejak adanya pembatasan sosial.

“Secara rata-rata, lebih dari setengah pengguna yang disurvei [52,5 persen] mengatakan bahwa mereka lebih banyak melakukan streaming video melalui ponsel pintar dan hanya 12 persen pengguna yang lebih sedikit melakukan streaming. Artinya jumlah pengguna yang menggunakan ponsel untuk streaming konten video empat kali lipat lebih banyak,” ujarnya lewat rilisnya, Selasa (23/1/2021).

Berdasarkan riset konsumen yang melibatkan 8.000 responden di AS, Inggris, Jerman, Turki, Jepang, Singapura, Korea, dan China, Laporan Streaming Seluler 2021 juga menemukan bahwa kebiasaan streaming semakin populer di berbagai generasi di negara mobile-first.

Adapun, secara keseluruhan, hampir 90 persen pengguna berusia 55 tahun ke atas di China (89,8 persen) dan di Turki (88,9 persen) mengatakan bahwa mereka melakukan streaming melalui ponsel setiap hari atau setidaknya lebih dari sekali seminggu.

“Perubahan signifikan dalam rutinitas streaming seluler di seluruh dunia dan lintas generasi telah menciptakan peluang yang luar biasa bagi industri periklanan dan menciptakan peran baru bagi analytics seluler,” katanya.

Selain itu, dia melanjutkan sebagian besar pengguna menggunakan ponsel untuk streaming setidaknya sekali sehari. Pengguna di China (93,8 persen) dan Turki (91,9 persen) paling sering melakukan streaming adalah 69,4 persen pengguna di AS, 57,2 persen pengguna di Jepang, dan 45,7 persen pengguna di Inggris.

“Kaum milenial, kelompok pengguna streaming seluler yang paling besar, juga menonton untuk durasi yang paling lama. Rata-rata durasi sesi Milenial sedikit di atas 90 menit [94,2], diikuti oleh Gen Z yakni sedikit di bawah 90 menit [87,6],” ujarnya.

Sementara itu, pengguna berusia 55 tahun ke atas mungkin tampak tertinggal di dataset, tetapi durasi sesi rata-rata selama 65 menit menunjukkan bahwa kelompok penonton ini semakin tertarik.

Lebih lanjut, dia menjelaskan para pengguna juga mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk layanan streaming dan hiburan on-demand. Korea memimpin dengan pengeluaran bulanan sebesar US$42,68 per bulan, dibandingkan dengan Amerika Serikat dengan US$33,58 dan Inggris di US$34,82.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

streaming
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top