Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejahatan Siber Incar Sektor UMKM, Ini Antisipasi BSSN

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menyiapkan antisipasi terkait dengan kejahatan siber yang mengincar pelaku UMKM selama transformasi digital saat pandemi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  08:39 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menilai pergeseran proses usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari dunia fisik ke ranah daring turut membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk menyerang melalui ragam skema.

Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiawan mengatakan UMKM menjadi pondasi bagi ekonomi nasional dan saat ini mereka tengah bergerak menuju sistem daring. Namun, kemampuan atau pengetahuan pemain dalam aspek keamanan siber masih minim.

“Oleh sebab itu, antisipasi pemerintah, khususnya BSSN adalah meluncurkan dan implementasi nasional program Penilaian Mandiri Keamanan Informasi [Paman Kami] untuk pelaku UKM,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (18/2/2021).

Anton menjelaskan program ini sudah diluncurkan pada 2020 dan mulai berjalan tahun ini dengan berfokus pada UMKM di wilayah Indonesia bagian timur pada kuartal I/2021.

“Kami sudah mulai [program ini] sejak bulan lalu di kota Ambon dan Maluku. Kemudian, minggu depan ke Kupang, NTT. Adapun setelah Kupang, langsung ke Palembang,” ujarnya.

Dia pun menyarankan agar pelaku UMKM turut menganggarkan biaya untuk berinvestasi ke peningkatan keamanan teknologinya, khusus dalam meredam serangan siber sebesar 3 persen dari total belanja organisasi.

“Sebenarnya tidak ada patokan resmi, tetapi berdasarkan pengalaman dan studi, seharusnya [setiap] korporasi, startup, dan UMKM tidak kurang dari 3 persen [menganggarkan untuk antisipasi serangan] dari total belanja organisasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan bahwa masih menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan adalah kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari pelaku UMKM agar bisa menerapkan Cyber Hygiene dan budaya keamanan siber, minimal mengenali ragam bentuk serangan siber.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top