Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ponsel di Bawah Rp2 Jutaan Bakal Laris Kuartal I/2021

Pengamat menilai ponsel low-end dengan harga di bawah Rp2 jutaan akan laris pada kuartal I/2021 seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk belajar dan bekerja jarak jauh.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  09:33 WIB
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).  - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar ponsel low-end atau berkisar di bawah Rp2 juta dinilai akan menjadi ujung tombak dari penjualan vendor ponsel pada kuartal I/2021.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan persaingan ponsel di pasar Indonesia saat ini memang fokus bergerak di bawah Rp3 jutaan. Meskipun terdapat pasar ponsel premium, tetapi jumlahnya yang tidak besar.

“Pada masa pandemi karena ada kebutuhan akses belajar jarak jauh dan kerja dari rumah ponsel murah kembali jadi pilihan. Asal bisa Zoom dengan tersedianya kamera, itu sudah cukup,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, ponsel budget atau low-end, yaitu ponsel yang berkisar di harga di bawah Rp2 juta ini memiliki kontribusi sebesar 25 persen dari dari total penjualan keseluruhan tipe ponsel di Indonesia.

Sekadar catatan, vendor ponsel pintar dinilai mulai beralih menggarap produk gawai murah seiring dengan penjualan produk premiumnya yang menurun di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Canalys per Februari 2021, Vivo memimpin jumlah pengapalan perangkat tertinggi di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 25 persen. Namun, pandemi menyebabkan vendor asal China tersebut tidak mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Oppo menduduki peringkat kedua dengan pangsa pasar sebesar 24 persen, di mana pada kuartal IV/2020 mereka mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Hal serupa juga dialami oleh Xiaomi yang mengalami kontraksi sebesar minus tujuh persen, bila dibandingkan pada periode sebelumnya. Ponsel asal China ini menduduki peringkat ketiga dengan pangsa pasar 15 persen.

Sementara itu, Realme juga mengalami kontraksi -1 persen bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, di mana Realme turut menduduki peringkat ketiga dengan pangsa pasar 15 persen. Adapun, untuk Samsung menduduki peringkat kelima dengan pangsa pasar sebesar 14 persen dengan pertumbuhan -45 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top