Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Promo Diklaim Bikin Pendapatan Operator Seluler Susut

Operator seluler perlu mengurangi aktivitas promo dan tarif khusus untuk menjaga pertumbuhan pendapatan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  15:04 WIB
Ilustrasi SIM Card - Reuters
Ilustrasi SIM Card - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi menilai operator seluler perlu mengurangi aktivitas promo dan tarif khusus, agar pendapatan dari layanan data yang dibukukan berbanding lurus dengan lalu lintas data yang keluar.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan terdapat banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan lalu lintas data dengan pendapatan dari layanan data berlawanan, antara lain yaitu, harga promo, layanan gratis di wilayah tertentu seperti wilayah yang terkena bencana, hingga subsidi kuota internet.

“Kita tidak tahu harga sebenarnya [data internet] per GB berapa. Jadi karena program Pembelajaran Jarak Jauh adalah program nasional, mau tidak mau operator telekomunikasi punya kewajiban moral membantu,” kata Heru kepada Bisnis.com, Senin (15/2/2021).

Adapun, pada program subsidi kuota internet gratis September–Desember 2020, pemerintah membayar kepada operator senilai Rp1.000 untuk setiap GB yang mereka salurkan kepada pelajar dan tenaga pengajar. Jumlah tersebut sempat dikeluhkan oleh operator karean di bawah harga produksi yang senilai Rp3.000–Rp8.000 per GB.

Heru pun mengusulkan agar pendapatan dari layanan data ke depan dapat lebih baik dan seimbang dengan pertumbuhan lalu lintas data operator telekomunikasi perlu mengurangi aktivitas promo dan tarif khusus.

Dia memperkirakan ke depan industri telekomunikasi masih akan dihantam oleh kondisi sulit karena situasi ekonomi nasional yang kurang stabil, seiring dengan pandemi yang belum berakhir. Penurunan daya beli terhadap layanan telekomunikasi diprediksi masih akan terjadi, sehingga operator telekomunikasi diminta untuk mengantisipasi.

“Lebih mengurangi diskon atau tarif khusus. Kemudian agar trafik meningkat dengan menjual layanan nilai tambah atau kerja sama dengan aplikasi berbasis data internet,” kata Heru.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB Ian Yosef M. Edward berpendapat sebaiknya saat ini operator tetap mempertahankan atau menambah jumlah pelanggan agar pendapatan dapat terjaga.

Menaikkan harga tarif layanan tidak disarankan di tengah kondisi penurunan pendapatan yang terjadi di seluruh sektor saat ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top