Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kominfo: 1.387 Hoaks Beredar, Isu Vaksin Covid-19 Paling Dominan

Kementerian Kominfo mencatat ada 1.387 berita hoaks yang beredar selama masa pandemi Covid-19 dengan salah satu yang mengemuka adalah soal vaksin Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  07:49 WIB
Poster Bersama Lawan Corona
Poster Bersama Lawan Corona

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat sampai saat ini sudah ada 1.387 berita hoaks yang ditemukan selama masa pandemi Covid-19.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan untuk tindak lanjut hoaks yang tak sampai mengganggu ketertiban umum, Kementerian hanya akan memberikan stempel hoaks dan melakukan sosialisasi terkait kekeliruan tersebut kepada masyarakat.

Selain itu, langkah lain yang diambil apabila ada kesalahan informasi atau berita adalah dengan cara menurunkan atau menghapus berita salah yang sudah tayang dari sosial media sebagai sumber penyebarannya.

“Tapi kalau sudah mengganggu ketertiban umum, kita bisa lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Saat ini sudah ada 134 kasus yang ditangani kepolisian terkait dengan hoaks Covid-19 ini,” terang Semuel, mengutip keterangan resmi KPCPEN, Selasa (26/1/2021).

Salah satu hoaks yang sempat mengemuka baru-baru ini adalah terkait meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi. Mayor Infantri Sugeng Riyadi, Kepala Staf Kodim 0817/Gresik jadi korban. Dia diberitakan meninggal dunia setelah mendapat Vaksin Covid-19 pada Jumat (15/1/2021).

“Saya ditunjukkan melalui pesan WhatsApp, bahwa saya dikabarkan meninggal dunia. Saya pertama kali mendengar berita ini justru dari komandan saya Dandim 0817/Gresik, Letkol Taufik Ismail, kemudian saya diajak foto selfie untuk menangkal berita tidak benar itu,” terang Mayor Sugeng.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menuturkan akhir-akhir ini isu yang dominan muncul adalah hoaks terkait dengan vaksin Covid-19.

“Kami mencatat ada 83 hoaks terkait dengan vaksin Covid-19, dan viralitasnya cukup tinggi, karena 42 persen terkait dengan isu keamanan dan kemanjuran termasuk hoaks kematian Mayor Sugeng,” ungkapnya.

Penyebaran hoaks ini memiliki beragam motif, termasuk motif ekonomi juga ada juga niat jahat di baliknya. Lebih lanjut Septiaji menganalisis ada beberapa kelompok masyarakat yang terpengaruh oleh hoaks vaksinasi ini.

Agar tidak mudah termakan hoaks Covid-19, masyarakat diimbau agar mengkonsumsi informasi dari sumber yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Semuel menambahkan bahwa risikonya sangat tinggi apabila sampai termakan hoaks terkait Covid-19 dan vaksinasi.

“Ini adalah masa kritis bagi kita semua, jadi informasi yang kita perlu dalam momen kritis ini berasal dari informasi terbaik yang bisa kita cari. Jadi kalau dapat informasi yang berasal dari media sosial atau dari grup WhatsApp jangan langsung percaya,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top