Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Telkom (TLKM): Indonesia Belum Butuh 5G dalam Waktu Dekat

Indonesia dinilai belum membutuhkan teknologi 5G dalam waktu dekat dan masih bisa mengandalkan jaringan 4G.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  14:32 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menilai dalam jangka pendek kehadiran 5G belum terlalu dibutuhkan di Indonesia. Sejumlah teknologi masih dapat terlayani melalui jaringan 4G.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan saat ini belum ada kasus di Indonesia yang membutuhkan teknologi 5G. Beberapa layanan benda yang digerakkan dengan internet (internet of things/ IoT) masih dapat terlayani dengan jaringan 4G.

Salah satu keunggulan 5G adalah kecepatan internet super cepat hingga 10 Gbps dan dapat terhubung dengan jutaan perangkat IoT. Indonesia belum memiliki kasus dengan jutaan perangkat IoT harus digerakan melalui jaringan seluler 5G.

“Kalau pun untuk IoT atau industri 4.0, itu dibanyak kasus masih cukup dengan menggunakan platform 4G,” kata Ririek dalam Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Selasa (26/1/2021).

Di samping itu, sambung Ririek, untuk menghadirkan 5G dibutuhkan spektrum frekuensi minimal 100 MHz. Saat ini Indonesia, di rentang pita 1–6 Ghz, belum memiliki spektrum frekuensi yang cukup untuk menggelar 5G.

Sejumlah pita frekuensi yang sudah memiliki ekosistem matang untuk 5G, telah digunakan oleh layanan lain seperti satelit dan penyiaran.

Seandainya Telkom ingin menggelar layanan 5G, menurut Ririek, yang paling mungkin dilakukan saat ini adalah untuk menghadirkan internet cepat nirkabel.

“Itu pun [internet cepat nirkabel] saat ini masih cukup dengan 4G,” kata Ririek.

Adapun dari sisi pelanggan, sebut Ririek, saat ini rata-rata penggunaan layanan data pelanggan sekitar 10 Gb. Berkaca dari Korea Selatan, dengan diimplementasikan 5G maka konsumsi data pelanggan akan melonjak hingga 200 GB - 300 GB.

“Memang konsumsi data kita terus tumbuh, tetapi belum sampai seperti di Korea Selatan, masih perlu waktu,” kata Ririek.

Meski demikan, Ririek mengatakan dalam beberapa tahun ke depan, kebutuhan 5G baru akan terasa karena banyak kasus yang hanya dapat terselesaikan oleh karakteristik 5G, yaitu latensi rendah dibawah 1 milidetik, kecepatan internet di atas 10 Gbps dan dapat terhubung dengan jutaan perangkat IoT di berbagi sektor.

“Terutama sektor-sektor yang membutuhkan latensi rendah dan real time, kecepatan internet tinggi,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC)
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top