Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Undip Alami Kebobolan Data, Kominfo Minta Klarifikasi

Kementerian Kominfo akan meminta klarifikasi dari pihak Undip usai dikabarkan mengalami kebocoran data 125.000 mahasiswa.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  17:49 WIB
Universitas Diponegoro.  -  Dok. Istimewa
Universitas Diponegoro. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) angkat bicara terkait dengan kebocoran data yang dialami oleh Universitas Diponegoro (Undip).

Baru-baru ini, beredar informasi bahwa lebih dari 125.000 data mahasiswa Undip telah dibobol dan dapat diakses secara gratis. Adapun, data-data tersebut yakni data pribadi lengkap mahasiswa, alamat, jalur masuk, email, username, password, IPK, riwayat sekolah, beasiswa, dan lainnya.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan bahwa hal tersebut mengisyaratkan masih urgensi sistem keamanan yang lebih kuat di setiap lini yang ada, termasuk lembaga pendidikan.

“Fenomena lemahnya pelindungan data pribadi menunjukkan masih perlunya peningkatan pemahaman keamanan siber dan data pribadi baik kepada penyelenggara sistem elektronik [PSE], maupun penggunanya,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (6/1/2021).

Adapun, dia melanjutkan bahwa faktor penyebab peretasan data pribadi yang terjadi pada PSE, termasuk institusi pendidikan, dapat disebabkan karena berbagai hal, baik sifatnya teknis atau manajerial, antara lain akses tanpa hak/ilegal, kesalahan sistem hingga serangan malware oleh pihak ketiga.

Menurutnya, perlu digaris bawahi bahwa saat ini Kementerian Kominfo terlebih dahulu akan melakukan klarifikasi kepada pihak Undip terkait dengan kabar dugaan kegagalan pelindungan data yang beredar ini.

Dedy melanjutkan bahwa implikasi dan potensi kerugian dari suatu kegagalan perlindungan data pribadi cukup beragam, termasuk di antaranya adalah potensi penyalahgunaan data pribadi untuk berbagai hal yang bertentangan atau melawan hukum.

“Kominfo berharap masyarakat dapat menyikapi insiden ini dengan bijak tanpa harus menimbulkan ketidaknyamanan lebih lanjut bagi pihak manapun yang terkait sembari terus meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber dan perlindungan data pribadi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejahatan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top