Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesaing Kopi Kenangan Hingga Mangkokku Makin Banyak, UNJ: Pendanaan Tumbuh Dobel Digit

Pada 2020 ini, terdapat enam startup kuliner yang mendapat pembiayaan. Prospek tahun depan dapat tumbuh dobel digit.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Desember 2020  |  20:03 WIB
Aplikasi Kopi Kenangan. - Kopikenangan.com
Aplikasi Kopi Kenangan. - Kopikenangan.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis kuliner dengan dukungan teknologi diyakini akan tumbuh dobel digit pada 2021 mendatang. Meski begitu, inovasi akan semakin ketat.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan pendanaan pada perusahaan rintisan berbasis kuliner (foodtech) ditaksir akan makin ketat pada 2021. Pasalnya bisnis ini memiliki permintaan pasar yang relatif stabil.

“Tren pendanaan kuliner akan terus meningkat, karena pangsa pasar makanan dan minum selalu stabil tumbuh 10 persen setiap tahun. Untuk pendanaan startup kuliner pada 2021 saya kira akan tumbuh sekitar double digit,” kata Dianta saat dihubungi Bisnis, Minggu (20/12/2020).

Dampaknya, tren startup kuliner akan makin masif. Apalagi di tengah pandemi orang beralih ke bisnis makanan rumahan yang menjadi celah bisnis baru.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk memenangkan pasar ke depan, maka model bisnis dan keunikan konsep jasa digital menjadi kunci.

“Pemodal akan optimis melihat foodtech hari ini dan nanti, selain pemain yang terus bertumbuh, tetapi karena pangsa pasar utama adalah kaum milenial dan generasi Z yang juga dekat dengan teknologi,” ujarnya.

Berdasarkan data statista per November 2020 mencatatkan bahwa pada 2020 pangsa yang memesan makanan dan minuman melalui aplikasi daring didominasi oleh pengguna berusia 25-34 tahun dengan angka 31,1 persen.

Sekedar catatan, hingga jelang tutup Desember 2020 ini, terdapat enam perusahaan rintisan yang memperoleh pendanaan, yakni Hangry US$3 juta, Kopi Kenangan US$109 juta, YummyCorp US$12 juta, Mangkokku dan Haus! masing-masing US$2 juta, serta Greenly yang tidak disebutkan nilainya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Gibran Rakabuming Raka kaesang kopi kenangan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top