Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modus Defacing Marak, Pembaruan Website Wajib Dilakukan!

Motif dalam modus defacing biasanya beragam, mulai dari mengirimkan pesan, memamerkan kemampuan, hingga perang siber.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  07:14 WIB
Modus Defacing Marak, Pembaruan Website Wajib Dilakukan!
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus defacing atau merubah tampilan laman dari sebuah website kembali terjadi. Baru-baru ini 10 situs milik pemerintah kota dan kabupaten terkena serangan siber dalam bentuk deface dan membawa pesan anti Habib Rizieq dan FPI.

Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya pun menyayangkan serangan siber tersebut ditujukan pada website pemerintah.

“Motifnya adalah untuk menyampaikan pesan. Namun, sebaiknya hal seperti ini dihindari karena kalau nanti semua pihak mengirimkan pesan dengan cara meretas situs, lama-lama bisa habis situs diretas hanya karena ingin menyampaikan pesan," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (16/12/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan motif lain yang biasanya dilakukan pelaku deface adalah untuk memamerkan kemampuannya. Bahkan, bisa juga motif saat perang siber, yakni menyerang situs negara yang menjadi musuh.

“Memang umumnya situs pemerintah lebih rentan menjadi sasaran peretasan karena sifat pengadaan situs yang per proyek. Maksudnya, kalau proyek selesai situs kurang dijaga,” ujarnya.

Dia pun mengatakan bahwa terdapat cara untuk menghindari modus tersebut, yakni dengan disiplin melakukan pembaharuan terhadap patch server hosting sehingga setiap kali ada celah keamanan baru maka akan segera ditutup secara otomatis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peretas serangan siber
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top