Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Entitas Merger Gojek & Grab Bakal Jadi Incaran Investor

Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) menilai entitas hasil merger Gojek dan Grab bakal menjadi incaran investor untuk menanamkan modalnya.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  17:30 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (30/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (30/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketertarikan para investor yang memiliki cuan lebih banyak diyakini akan jauh lebih besar untuk menanamkan modal di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek dan Grab Holdings Inc. andaikata merger antara keduanya terealisasi.

Menurut Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani, merger antara Gojek dan Grab bakal menarik private equity yang memegang dana rerata lebih dari US$3 miliar untuk berinvestasi.

"Merger keduanya akan menarik private equity yang rata-rata pegang dana lebih dari US$3 miliar, atau juga bisa mendapatkan investasi dari perusahaan penyedia dana pensiun atau asuransi," ujar Edward kepada Bisnis.com, Kamis (3/12/2020).

Edward menjelaskan, market capitalization perusahaan yang meningkat menjadi alasan utama bagi investor dengan dana lebih besar untuk merasa lebih nyaman masuk ke dalam kedua perusahaan.

Pasalnya, dengan kondisi finansial dan volume transaksi dua kali lebih besar setelah merger, para investor tetap memiliki peluang exit yang cukup terbuka seiring dengan membesarnya kapitalisasi perusahaan.

Investor, tambah Edward, memperhatikan seberapa besar share yang dimiliki. Dengan kata lain, jumlah share yang terlalu besar di dalam satu perusahaan kurang ideal karena dinilai akan menyulitkan para investor dalam melakukan exit.

"Jadi, kalau value perusahaan bukan main besarnya dengan ticket size, misalnya, minimal US$50 juta, bagi investor hal itu akan lebih menarik. Pasalnya, mereka masih punya peluang besar untuk exit karena kapitalisasi perusahaan sudah besar sekali," tambah Edward.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merger StartUp Gojek grab indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top