Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Galaksi Bima Sakti dan Andromeda Akan Bergabung Suatu Hari Nanti

Biasanya, berita mengenai topik Bima Sakti dan Andromeda akan bertabrakan bukanlah informasi yang akan menjadi berita utama, karena akan terjadi dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  21:30 WIB
Foto ilustrasi dari NASA yang dirilis Kamis (31/5) menunjukkan langit malam sesaat sebelum peleburan galaksi Bima Sakti dengan galaksi Andromeda yang berdekatan. Gambaran ini terinspirasi oleh permodelan komputer dinamik dari benturan kedua galaksi di masa yang akan datang. Kedua galaksi akan bertubrukan sekitar 4 milyar tahun dari sekarang dan membentuk galaksi tunggal sekitar 6 milyar tahun lagi.  - Reuters
Foto ilustrasi dari NASA yang dirilis Kamis (31/5) menunjukkan langit malam sesaat sebelum peleburan galaksi Bima Sakti dengan galaksi Andromeda yang berdekatan. Gambaran ini terinspirasi oleh permodelan komputer dinamik dari benturan kedua galaksi di masa yang akan datang. Kedua galaksi akan bertubrukan sekitar 4 milyar tahun dari sekarang dan membentuk galaksi tunggal sekitar 6 milyar tahun lagi. - Reuters

Bisnis.com, Jakarta - Galaksi Andromeda saat ini sedang berpacu menuju Galaksi Bima Sakti kita dengan kecepatan sekitar 110 km per detik. Yang nanti pada akhirnya, kedua galaksi tersebut akan bertabrakan dan bergabung.

Berita mengenai topik Bima Sakti dan Andromeda akan bertabrakan bukanlah informasi yang akan menjadi berita utama, karena akan terjadi dalam waktu sekitar 5 miliar tahun. Tapi, dalam penelitian baru yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal pada bulan Agustus tahun ini mengungkapkan bahwa perkiraan waktu tersebut telah direvisi, Tabrakan antar galaksi sudah dimulai!

Kabar tentang galaksi Andromeda tersebut berasal dari Proyek AMIGA, yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble untuk melihat lingkungan luar angkasa galaksi Andromeda. AMIGA adalah singkatan dari Absorption Map of Ionized Gas in Andromeda. NASA melaporkan studi tersebut pada awal tahun ini sebagai "studi paling komprehensif tentang lingkaran cahaya yang mengelilingi galaksi."

Galaksi Andromeda, maupun Bima Sakti kita, dan galaksi lain semuanya berada dalam selubung besar yang disebut lingkaran cahaya galatic (Galactic halo) yang terdiri dari gas, debu, dan bintang-bintang tersesat.

Lingkaran cahaya dari galaksi berintensitas redup, begitu redup sehingga mendeteksinya bukanlah hal yang mudah. Para astronom ini mengukur ukuran lingkaran cahaya galaksi Andromeda dengan melihat bagaimana cahaya dari latar belakang quasar telah diserap olehnya. Mereka terkejut menemukan bahwa halo galaksi Andromeda membentang jauh, jauh melampaui batas galaksi yang diketahui sebelumnya.

Faktanya, ia membentang sejauh setengah jarak ke Bima Sakti kita (1,3 juta tahun cahaya) dan bahkan lebih jauh ke arah lain (hingga 2 juta tahun cahaya).
Apakah ini berarti lingkaran cahaya galaksi Andromeda dan Bima Sakti saling bersentuhan?

Ternyata, dari sudut pandang kita di dalam Bima Sakti, kita tidak dapat dengan mudah mengukur karakteristik halo atau lingkaran cahaya galaksi kita. Namun, karena kedua galaksi tersebut sangat mirip dalam ukuran dan penampilan, para ilmuwan berasumsi bahwa halo Bima Sakti juga akan serupa.

Dengan kata lain, lingkaran cahaya samar galaksi-galaksi itulah yang tampaknya mulai saling menyentuh.  Maka bisa dikatakan, tabrakan antara dua galaksi kita sudah dimulai.
Apabila tidak memperhitungkan halo, sebagian besar wilayah galaksi Andromeda sekarang berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari kita, dan semakin dekat setiap saat. Seperti yang dinyatakan di atas, saat galaksi Andromeda semakin dekat, ia akan tampak lebih besar di langit kita.

Waktu antara sekarang dan akhirnya nanti saat penggabungan, setiap makhluk hidup di Bumi akan melihat Galaksi Andromeda menjadi lebih besar dan lebih besar dan lebih besar di langit malam kita.

Tetapi galaksi Bima Sakti dan Andromeda bukan satu-satunya yang terlibat dalam penggabungan ini. Galaksi besar lainnya di yang menjadi bagian dari kelompok lokal galaksi kita seperti M33, alias galaksi Triangulum juga akan berperan.

Meskipun galaksi Triangulum kemungkinan besar tidak akan bergabung dengan penggabungan, suatu saat nanti galaksi ini mungkin akan bertabrakan dengan Galaksi Bima Sakti kita saat terlibat dalam tarian kosmik yang hebat dengan dua galaksi yang lebih besar.

Di seluruh alam semesta, galaksi bertabrakan satu sama lain. Para astronom mengamati tabrakan galaksi maupun akibatnya dengan bantuan teleskop yang kuat. Dalam beberapa hal, ketika penggabungan galaksi terjadi, kedua galaksi itu seperti hantu karena mereka hanya melewati satu sama lain. Itu karena bintang-bintang di dalam galaksi dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Karenanya, bintang-bintang itu sendiri biasanya tidak bertabrakan saat galaksi bergabung.

Konon, bintang-bintang di galaksi Andromeda dan Bima Sakti kita akan terpengaruh oleh penggabungan tersebut. Galaksi Andromeda berisi sekitar satu triliun bintang. Bima Sakti memiliki sekitar 300 miliar bintang. Bintang dari kedua galaksi akan terlempar ke orbit baru di sekitar pusat galaksi yang baru bergabung

Bagaimana dengan kehidupan di Bumi? Akankah kehidupan duniawi bertahan dari penggabungan? Para astronom mengatakan bahwa luminositas, atau kecerahan intrinsik, matahari kita akan terus meningkat selama 4 miliar tahun ke depan. Saat luminositas matahari meningkat, jumlah radiasi matahari yang mencapai bumi juga akan meningkat.

Ada kemungkinan bahwa  4 miliar tahun dari sekarang terjadi peningkatan suhu permukaan bumi akan menyebabkan efek rumah kaca yang tak terkendali, mungkin serupa dengan yang terjadi sekarang di planet tetangga, yaitu Venus, yang permukaannya cukup panas untuk melelehkan timah. Tidak ada yang berharap menemukan kehidupan di Venus (setidaknya sebelumnya tidak ada orang yang beranggapan seperti itu, hingga saat ini).

Demikian juga, tampaknya kehidupan di Bumi tidak akan ada 4 miliar tahun dari sekarang.
Terlebih lagi, matahari kita juga berevolusi. Matahari diprediksi menjadi bintang raksasa merah pada akhirnya. Lapisan terluar matahari akan membengkak ke angkasa tata surya sehingga bumi sendiri ditelan oleh lapisan terluar matahari. Hal itu diprediksi terjadi sekitar 7,5 miliar tahun dari sekarang.

Mungkin pada saat itu, beberapa penghuni bumi telah menjadi penjelajah angkasa. Mungkin kita akan meninggalkan Bumi, dan bahkan tata surya kita

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet galaksi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top