Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mesin Penampung Nomor IMEI Penuh, Vendor Ponsel Mengeluh

Beberapa vendor ponsel resah dan mengeluhkan kapasitas mesin penampung nomor IMEI yang masih penuh, sehingga berdampak terhadap kinerja penjualan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  13:56 WIB
Pengunjung mencoba handphone OPPO Reno3 saat unboxing seri Reno3 di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\n
Pengunjung mencoba handphone OPPO Reno3 saat unboxing seri Reno3 di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Vendor ponsel merasa resah dengan kondisi kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang masih belum bisa menampung nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) baru.

Public Relation Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan mengalami dampak dari penuhnya sistem CEIR saat ini. Selama ini Oppo bisa memproduksi 1 juta unit ponsel per bulannya. Namun, karena sistem CEIR yang masih penuh, produksi dari perusahaan juga terkena dampak negatif.

“[Total kerugian] masih belum tau, [kendala] ini sudah lumayan lama dari 29 September-13 Oktober, hampir 2 minggu. Posisinya, kami tidak bisa produksi juga, karena IMEI belum diunggah ke CEIR, kalau sudah terunggah kami baru bisa dapat izin untuk produksi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (13/9/2020).

Dia menambahkan saat ini upaya perusahaan adalah tetap berkomunikasi dengan pemerintah. Hal ini untuk menghindari segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Pasalnya, tidak hanya industri, tetapi dia meyakini konsumen juga ikut terdampak.

"Kami takutkan memang untuk ke depannya, misal di level penjual dan konsumen ada kelangkaan, ibaratnya ada permintaan tetapi kami tidak bisa produksi lagi. Tekanan paling berat memang ada di distributor dan konsumen," katanya.

Dia menjelaskan banyak konsumen yang sempat mengeluhkan di lini produk Oppo A53 perihal tidak mendapatkan sinyal.

Sementara itu, Head of PR Asus Indonesia, Muhammad Firman mengatakan sebagian produk terbarunya, seperti ROG Phone 3 tidak dapat terhubung dengan operator selular, khususnya pada kartu SIM digunakan di slot kedua (SIM 2). Namun, perusahaan belum bisa memberikan persentase kerugian dari kendala CEIR yang melanda pasar ponsel saat ini, khususnya pada pihak Asus.

“Untuk persentase kerugian, kami tidak bisa memastikannya karena kami tidak punya data berapa persen dari seluruh IMEI yang kami setorkan ke Kemenperin tidak bisa dimasukkan ke dalam system CEIR milik pemerintah,” katanya.

Namun sejauh ini, dia menyebutkan bahwa perusahaan sudah mendapatkan masukan dari dealer dan end user terkait dengan masalah ROG Phone 3 yang tidak mendapatkan sinyal operator. Angka kerugian perusahaan untuk lini produk ROG Phone 3 masih di bawah 10 persen.

“[Persentase kerugian] ini kurang lebih masih di bawah 10 persen dari ROG Phone 3 yang sudah kami pasarkan,” katanya.

Dia berharap agar pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah registrasi seluruh IMEI produk-produk yang beredar secara resmi di pasaran Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget imei
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top