Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

'Tempat Sampah' Google Drive Punya Aturan Baru, Aturan Apa?

Kerja folder sampah sama persis dengan kerja folder recycle bin yang ada di sistem operasi Microsoft Windows.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 September 2020  |  19:24 WIB
Google mengubah penanganan file yang dibuang di Google Drive. - ANTARA
Google mengubah penanganan file yang dibuang di Google Drive. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Google mengubah penanganan file yang dibuang di Google Drive, file tersebut akan otomatis dihapus setelah tersimpan selama 30 hari di folder sampah.

Melansir The Verge pada Jumat (18/9/2020), perubahan tersebut akan berlaku mulai 13 Oktober 2020. Dengan demikian folder sampah Drive akan bekerja seperti folder sampah di produk Google lainnya, contohnya Gmail.

Sebelumnya, Google Drive akan menyimpan file di tempat sampah tanpa batas waktu, kecuali pengguna masuk dan mengosongkan sampah untuk benar-benar menghapusnya secara nyata. Kerja folder sampah itu sama persis dengan kerja folder Recycle Bin yang ada di sistem operasi Microsoft Windows.

Tentunya cara ini terlihat seperti menyembunyikan file yang tidak ingin dilihat keberadaannya di laman utama.

Walaupun demikian, administrator G Suite juga masih memiliki kemampuan untuk memulihkan item yang dihapus dari sampah hingga 25 hari untuk pengguna aktif. Tentunya kemampuan tersebut diberikan untuk mengakomodasi pengguna yang tidak sengaja menghapus dokumen kerja penting, masih ada kesempatan untuk menyimpannya.

Meskipun fitur membuang sampah otomatis tersebut mungkin membuat membuat beberapa pengguna frustrasi, sisi baiknya adalah Google menghitung file sampah yang tidak dihapus dari kuota penyimpanan Drive.

Untuk memastikan semua pengguna mengetahui fitur ini, Google juga akan menambahkan pemberitahuan ke Google Drive serta aplikasi Google Docs dan Google Forms.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google sampah Tips Kerja
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top