Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Thales Alenia Space Bangun Satelit Satria Mulai Bulan Ini

Investasi satelit Satria US$ 550 juta akan dibiayai oleh Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Banco Santander, dan Korea Development Bank.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 10 September 2020  |  13:50 WIB
Liustrasi: Satelit Nusantara Satu buatan PT Pasifik Satelit Nusantara. - Sumber/www.psn.co.id(psn.co.id)
Liustrasi: Satelit Nusantara Satu buatan PT Pasifik Satelit Nusantara. - Sumber/www.psn.co.id(psn.co.id)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pasifik Satelit Nusantara menyebutkan bahwa pembangunan proyek satelit telekomunikasi Indonesia, Satelit Republik Indonesia (Satria) akan dimulai bulan ini.

Thales Alenia Space sedang merancang dan membuat satelit. Pejabat Pemerintah Indonesia dan eksekutif Thales bertemu secara virtual pada 3 September untuk menandatangani persiapan perjanjian kerja Satelit Republik Indonesia (Satria), yang menandakan dimulainya konstruksi.

Proyek Satria dimulai pada 2019 ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika memilih operator satelit domestik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk menggelar dan mengoperasikan satelit telekomunikasi. Thales mendapatkan kontrak untuk merancang dan membangun.

Satelit Ka-band multifungsi akan memiliki kapasitas 150 Gbps, menggunakan teknologi very high throughput satellite (VHTS).

“Indonesia dapat dengan cepat menjadi masyarakat digital dengan memfasilitasi pendidikan, pemerintahan, kesehatan, ekonomi, dan lain lain. dengan menggunakan akses Internet. Aksesibilitas ini mempersiapkan seluruh bangsa untuk masa depan yang berputar di sekitar teknologi digital,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso seperti dikutip dari www.satellitetoday.com, Rabu (9/9/2020).

Dia menambahkan, “Dengan kapasitas 150 Gbps—lebih dari tiga kali lipat kapasitas nasional yang saat ini masih digunakan—kami yakin SATRIA dapat menjadi solusi atas kesenjangan digital yang masih ada di Indonesia.”

Investasi proyek satelit Satria sebesar US$ 550 juta akan dibiayai oleh bank internasional, yaitu Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), Banco Santander, dan Korea Development Bank (KDB).

Sebagian dari investasi tersebut akan dibiayai oleh modal konsorsium PSN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top