Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apjatel Buka Suara Mengenai Program Infrastruktur Telekomunikasi Desa

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) berharap lelang segera dilakukan mengingat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di tengah pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 September 2020  |  18:21 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menilai pandemi Covid-19, menjadi tantangan dalam merealisasikan program Bakti yang ingin membangun infrastruktur telekomunikasi di 639 titik desa pada tahun ini.

Ketua Umum  Apjatel Muhammad Arif mengatakan tantangan itu salah satunya disebabkan oleh mobilitas yang terbatas akibat adanya pandemi Covid-19.

Adapun, Arif mengaku sempat mendengar mengenai rencana penggelaran jaringan di 7.094 titik desa oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), dengan 639 titik diantaranya digelar pada tahun ini.   

Hanya saja, sebutnya, hingga saat ini Apjatel belum mendapat undangan resmi mengenai lelang pembangunan infrastruktur di ribuan titik desa tersebut. Apjatel masih menunggu undangan resmi dari Bakti

 “Kami berharap bisa membantu, tetapi belum ada undangan resmi terkait ini,” kata Arif kepada Bisnis, Minggu (6/9).

Arif juga berharap agar lelang segera dilakukan mengingat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di tengah pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah.

Perizinan yang sulit dan mobilitas yang terbatas, kata Arif, akan menjadi tantangan dalam mengejar target pembangunan infrastruktur telekomunikasi di 639 titik tersebut.

Sekadar catatan, Bakti berencana membangun jaringan pengalur (backhaul) dan jaringan akses (lastmile) di 7.904 titik desa di kawasan 3T. Pembangunan akan dilakukan pada periode 2020 -2022.

Bakti mengungkapkan bahwa rencana pada tahun ini jumlah titik yang akan dijangkau sebanyak 639 titik, dengan fokus pembangunan di wilayah Nusa Tenggara (233 titik). Adapun pada 2021-2022 fokus pembangunan akan dilakukan di Papua dengan total jumlah titik yang akan dijangkau sebanyak 4.200 titik dan 3.065 titik.

Direktur Utama Bakti, Anang Latif menjelaskan untuk melayani ribuan titik tersebut Bakti akan menggunakan beragam infrastruktur telekomunikasi.

Jika lokasi titik berdekatan dengan SKKL Palapa Ring, Bakti akan menarik kabel serat optik. Jika jaraknya sekitar 50 km dari Palapa Ring, maka infrastruktur yang digunakan adalah microwave. Adapun jika titik desa letaknya sangat jauh, infrastruktur yang akan digunakan adalah satelit.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi jaringan internet bakti
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top