Blanja.com Tutup, Amvesindo Sebut Sedang Lakukan Pivot

Akbar Evandio
Rabu, 2 September 2020 | 16:28 WIB
Ilustrasi e-commerce/CC0
Ilustrasi e-commerce/CC0
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) menilai pengumuman lokapasar daring, Blanja.com untuk menghentikan operasinya pada 1 September 2020 adalah untuk melakukan langkah pivot.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan bahwa langkah pivot yang dimaksudkan, ialah adanya indikasi persiapan untuk mengejar segmen B2B (Bisnis-ke-bisnis) dan B2G (Bisnis-ke-Pemerintah).

“Saya rasa bukan ditutup atau berhenti, tetapi pivot. Blanja.com sepertinya mengejar di sektor B2B dan B2G yang potensinya sangat besar,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (2/9/2020).

Sekadar catatan, pivot adalah sebuah aktivitas pengembangan bisnis dengan mengubah model bisnis itu sendiri, tetapi tetap berpijak pada visi bisnis yang dimiliki. Adapun pada kasus Blanja.com, Edward meyakini bahwa perusahaan tersebut akan mengubah model bisnisnya dari berfokus pada bisnis-ke-konsumen (B2C) menjadi (B2B) dan (B2G).

Menurutnya, selama ini pola Blanja.com kesulitan untuk bersaing dengan lokapasar daring seperti Shopee, Tokopedia, Blibli dan Bukalapak. Edward mengatakan bahwa untuk menarik hati pelanggan dibutuhkan strategi promosi dengan biaya yang cukup besar.

Menurutnya, melakukan strategi promosi sulit untuk dilakukan Blanja.com. Hal ini karena lokapasar tersebut merupakan Perusahaan Joint Venture antara eBay dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Persero) atau bagian dari badan usaha milik negara (BUMN).

Edward pun meyakini bahwa makin populernya e-commerce akan menghadirkan banyak pedagang untuk berjualan di lokapasar daring tersebut sehingga pengguna mendapatkan ragam pilihan dalam melakukan transaksi jual beli.

Adapun, Blanja.com yang minim melakukan strategi promosi akan sulit untuk menarik minat pedagang untuk berjualan lewat platformnya sehingga berkorelasi dengan kecilnya persentase pelanggan untuk mengakses lokapasar daring tersebut.

Adapun langkah pivot menjadi langkah tepat untuk dipilih, imbuhnya, Blanja.com dapat menghindar untuk bersaing dengan raksasa e-commerce di Tanah Air. Kemudian, menjadi kuat untuk hadir di pasar B2B dan B2G. Hal ini karena pemainnya yang masih sedikit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper