Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinyal 4G Diperkirakan Baru Merata di Seluruh Desa pada 2022  

Adanya infrastruktur teknologi 4G yang merata diharapkan bisa menjadi ujung tombak perekonomian di desa.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  14:09 WIB
Petugas teknisi XL memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). - Antara/Yulius Satria Wijaya
Petugas teknisi XL memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan baru pada 2022 seluruh desa dan keluruhan di Indonesia yang berjumlah lebih dari 83.000 sudah tersedia sinyal 4G.

Menurutnya, pada tahun tersebut pula, seluruh desa dan kelurahan baru akan mendapatkan infrastruktur kuat untuk mendorong ekosistem digital bagi  sejumlah pelaku usaha seperti UMKM, petani, maupun nelayan. Dia berharap, adanya infrastruktur teknologi yang mumpuni bisa menjadi ujung tombak perekonomian di desa.

"ICT infrastruktur kita tidak murah, tidak simpel, tidak sederhana, sangat rumit, kita bangun fiber optik network, dan menggelar satelit," katanya dalam kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8/2020).

Johnny mengakui kemampuan teknologi komunikasi dan informasi Indonesia belum secanggih China. Namun, Indonesia sudah menyiapkan dana hingga Rp74 triliun untuk belanja operasional maupun belanja modal terkait pembangunan satelit dan BTS.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi operator seluler yang tidak menyesuaikan dengan feasibility study (FS) nasional menjadi kendala tidak meratanya pengembangan teknologi tersebut. Saat ini, pemerintah pun mendorong agar pembangun infrastruktur BTS untuk membuat sinyal 4G merata.

"Kami belum bisa setara China yang sudah berkembang, tetapi kami siapkan dana triliunan rupiah untuk opex dan capex termasuk pembangunan BTS dan satelit," katanya.

Adapun saat ini, Indonesia sedang mendorong pembangunan sejumlah infrastruktur telekomunikasi yakni fiber optik dan base transceiver station (BTS).

Pada tahun ini, Kementerian Kominfo akan melakukan upgrading 1.209 BTS di seluruh Indonesia. Pada 2021, akan ditambah pembangunan 4.200 BTS di 4.200 desa yang belum memiliki sinyal 4G. Sementara pada 2022, pemerintah akan menambahnya sebanyak 3.700 BTS.

Kemudian, awal September 2020 nanti, Johnny mengatakan pemerintah akan meluncurkan sindikasi pembiayaan senilai US$400 juta untuk pembangun satelit multifungsi untuk menambah kekuatan infrastruktur information communication and technology (ICT).

Artinya, Indonesia akan punya satu satelit besar dengan kapsitas 150 GB. Satelit ini tiga kali lebih besar dari sembilan satelit yang ada dengan kapasitas hanya 50 GB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

4g kemenkominfo desa
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top