Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asteroid Sepanjang 30 Meter Bakal Dekati Bumi Pekan Depan

Dari catatan NASA, asteroid yang dikenal sebagai ES4 2011 memiliki panjang 30 meter. Batuan luar angkasa tersebut pada pekan depan hanya berjarak 0,3 bulan atau 71.000 mil dari Bumi.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  15:25 WIB
Asteroid - Istimewa
Asteroid - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut asteroid yang memiliki ujuran lebih besar dari bus tingkat akan mendekati Bumi pada pekan depan.

Dari catatan NASA, asteroid yang dikenal sebagai ES4 2011 memiliki panjang 30 meter. Batuan luar angkasa tersebut pada pekan depan hanya berjarak 0,3 bulan atau 71.000 mil dari Bumi.

NASA mengungkapkan mereka akan melakukan perjalanan dengan kecepatan mengejutkan 8,2 kilometer per detik atau 29.500 kilometer per jam untuk meneliti asteroid itu. Dengan kecepatan ini, mereka bisa mengelilingi bumi dalam satu jam.

Menurut NASA, asteroid 2011 ES4 adalah NEO (Near Earth Object), memberi kesempatan sempurna untuk mempelajari sejarah tata surya.

"NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi," tulis NASA di situs web Jet Propulsion Laboratory (JPL).

Kepentingan ilmiah pada komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagai sisa-sisa puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

“Planet raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) terbentuk dari aglomerasi miliaran komet dan sisa potongan dan potongan dari proses pembentukan ini adalah komet yang kita lihat sekarang," kata NASA.

"Begitu pula, asteroid masa kini adalah potongan-potongan sisa dari aglomerasi awal planet-planet dalam yang mencakup Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars," tambah badan antariksa ini.

Bahkan jika asteroid itu bertabrakan dengan Bumi, menurut NASA itu tidak akan menjadi ancaman bagi kehidupan di planet saat ini. Potensi kerusakan yang ditimbulkannya lebih mirip dengan insiden Chelyabinsk.

Pada 2013, meteor setinggi 20 meter meledak di atas Chelyabinsk, Rusia, memecahkan jendela dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang terluka.

NASA saat ini sedang mempelajari Asteroid Bennu, tempat pesawat luar angkasa OSIRIS-Rex tiba tahun lalu. Sebagian alasan NASA mengirimkan pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex ke sana adalah untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang batuan luar angkasa yang panjangnya 500 meter itu.

NASA khawatir asteroid, yang berpotensi memusnahkan sebuah negara di Bumi, dapat menghantam planet dalam 120 tahun ke depan, dengan jarak dekat berikutnya pada 2135.

OSIRIS-REx baru-baru ini menyelesaikan sebuah landmark utama dalam upayanya untuk mengumpulkan sampel dari asteroid Bennu setelah lebih dekat ke batuan luar angkasa daripada yang pernah dilakukannya.

Dengan mengumpulkan sampel, NASA berharap dapat membuka rahasia tata surya, karena Bennu adalah sisa pembentukan lingkungan galaksi sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

“Kisah asteroid ini adalah kisah tentang tata surya. Saat kita memahami Bennu, kita akan memahami sesuatu yang fundamental tentang tata surya kita," sebut Bashar Rizk, ilmuwan instrumen OSIRIS-REx.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top