Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fox Logger dan Youtap Genjot Penetrasi ke Pemerintah Daerah

Solusi pelacak kendaraan yang ditawarkan Fox Logger dapat membantu pemerintah daerah dalam menekan biaya operasional.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  03:30 WIB
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan yang bergerak di sektor teknologi berupaya mendorong pemasukan lewat pasar pemerintahan di tengah pandemi Covid-19.

Pendiri dan CEO Fox Logger Alamsyah Cheung mengatakan bahwa  terus berupaya dalam melakukan penetrasi ke pemerintah daerah. Solusi pelacak kendaraan yang ditawarkan Fox Logger, kata dia, dapat membantu pemerintah daerah dalam menekan biaya operasional.

Fox Logger adalah perusahaan start up teknologi IoT (Internet of Things). Salah satu solusi yang ditawarkan Fox Logger adalah pelacakan kendaraan/orang dengan menggunakan sensor yang tertempel di benda/orang tersebut.

Fox Logger membantu mengefisiensikan dalam pemanfaatan kendaraan mulai dari penghematan bahan bakar kendaraan hingga perawatan mesin. Teknologi Fox Logger memungkinkan pemilik perusahaan untuk memantau seluruh armada yang mereka miliki secara waktu nyata (real time) melalui satu layar gawai atau leptop.

Pemerintah Provinsi Jakarta dan Bali telah menggunakan Fox Logger untuk membantu pelayanan publik. Pemprov Jakarta telah memasang sensor Fox Logger di sekitar 2.500 truk dan Bus sekolah yang sudah terintegrasi dengan Jakarta Smart City sehingga setiap penduduk DKI Jakarta dapat mengaksesnya.

Sementara itu, Provinsi Bali menggunakan layanan Fox Logger pada bus sekolahnya sehingga efisiensi dan efektivitas supir dalam mengoperasikan bus sekolah dapat tercatat dengan baik.

Ke depan sambungnya, perseroan bakal mengincar lebih banyak pemerintah daerah dan perusahaan swasta khususnya lembaga pembayaran kredit kendaraan.

“Kami memiliki pengalaman melayani Pemprov DKI, sehingga besar peluang kami untuk masuk ke kota-kota di luar DKI Jakarta,” kata Alamsyah kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Alamsyah juga meyakini bahwa pemerintah daerah yang menggunakan layanannya akan makin bertambah seiring dengan kebutuhan pemerintah daerah yang makin meningkat akan teknologi, khususnya saat pandemi ini.

Adapun tantangan untuk masuk ke segmen pemerintah daerah dan BUMN, kata Alamsyah, terdapat pada sistem anggaran pemerintah daerah yang mengharuskan dilakukan secara lelang dan harus diperbaharui kontraknya setiap tahun.

Fox Logger mengklaim bahwa teknologi yang dimilikinya telah terpasang di 100.000 kendaraan dengan 25.000 kendaraan merupakan kendaraan aktif. Selain Pemda, sensor Fox Logger juga banyak tersebar di perusahaan pembiayaan kendaraan, transportasi, dan juga logistik.

Sebagai perusahaan rintisan, saat ini Fox Logger juga tengah berusaha mencari pendanaan untuk difokuskan pada penguatan teknologi dan penguatan sumber daya manusia.

“Saya yakin 5 tahun ke depan banyak kota-kota yang akan menjadi smart city. kami sangat berambisi untuk menjadi mitra mereka,” kata Alamsyah.

Digitalisasi 10.000 UMKM

Sementara itu, Youtap Indonesia, perusahaan teknologi yang fokus pada bisnis digital, belum lama ini mengumumkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mendorong adopsi digital terhadap 10.000 UMKM di Semarang.

CEO Youtap, Herman Suharto mengatakan bahwa saat ini tercatat lebih dari 6.000 UMKM di Semarang telah terdigitalisasi menggunakan solusi digital Youtap.

“Untuk program kerja sama ini, kami menargetkan setidaknya 8-10 ribu mitra UMKM baru yang bergabung dengan Youtap,” kata Herman.

Herman menuturkan migrasi ke teknologi digital makin krusial sejak pandemi Covid-19.

Untuk membantu para pedagang untuk berkembang di masa yang sulit tersebut, kata Herman, Youtap rutin melakukan edukasi agar mereka bisa beralih dari pengelolaan bisnis secara konvensional ke pengelolaan bisnis secara digital.

Youtap menawarkan ragam solusi untuk para pelaku bisnis, seperti aplikasi dagang, solusi pembayaran baik tunai maupun non-tunai, dan pembuatan laporan dengan analisa. Teknologi yang Youtap berikan juga membantu para pelaku usaha memahami secara mendalam mengenai perkembangan bisnisnya.

Herman menuturkan sebelum bekerja sama dengan Pemkot Semarang, Youtap juga telah bekerja sama dengan berbagai Dinas Pemerintahan, seperti Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perindustrian di kota lainnya, seperti salah satunya kota Bandung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi Internet of Things
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top