Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengenal Awan Arcus, yang Mirip Gelombang Tsunami dan Viral di Aceh

Awan tersebut muncul pada pagi hari dengan radius yang cukup panjang, dan tinggi menyerupai gelombang tsunami yang pernah meluluh lantakkan Aceh beberapa tahun silam.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  13:42 WIB
Awan arcus - lapan RI
Awan arcus - lapan RI

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa hari lalu, viral soal awan yang mirip gelombang tsunami di Meulaboh Aceh.

Awan tersebut muncul pada pagi hari dengan radius yang cukup panjang, dan tinggi menyerupai gelombang tsunami yang pernah meluluh lantakkan Aceh beberapa tahun silam.

Menurut Lapan RI, awan itu dikenal dengan nama awan arcus. Lantas apa sebenarnya awan arcus itu?

Menurut Anggota Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA)-LAPAN Dr. Ina Juaeni awan Tsunami tersebut merupakan tipe awan Arcus.

Menurutnya, awan tersebut bisa muncul dalam beberapa bentuk. Beberapa muncul dengan penampakan yang indah sementara sebagian lagi muncul dalam bentuk yang menyeramkan. Awan Arcus sangat jarang ditemukan. Awan Arcus adalah awan tambahan yang berkembang dan mati tergantung kepada awan induknya.

Awan Arcus memiliki struktur horizontal yang biasanya terlihat sepanjang front bersama awan Cumulonimbus. Awan Arcus tidak berhubungan dengan kemunculan tornado tetapi dapat mendatangkan hujan/hujan badai.

Awan ini biasanya terbentuk pada ketinggian dekat permukaan sampai 1,9 km. Arcus berbentuk gulungan panjang secara horizontal biasanya terpisah dari awan induk (Cb), sedangkan awan Arcus datar/papan panjang secara horizontal bersatu dengan dasar awan Cb.

Awan Arcus terbentuk jika udara dingin dari dalam sistem badai turun dan menyebar. Udara dingin ini menghambat kenaikan massa udara panas. Ketika udara dingin naik bersamaan dengan udara panas yang lembap, mengalami kondensasi.

Gulungan awan terbentuk karena shear angin. Bagian luar awan nampak halus sementara bagian dalam awan terlihat kasar karena angin yang kuat. Kemunculan awan Arcus menjadi tanda adanya angin yang kuat akan segera muncul.

Gulungan awan terbentuk karena shear angin. Bagian luar awan nampak halus sementara bagian dalam awan terlihat kasar karena angin yang kuat. Kemunculan awan Arcus menjadi tanda adanya angin yang kuat akan segera muncul.

"Awan arcus bentuk gulungan sangat jarang, bentuk datar lebih sering ditemukan. Awan ini biasanya ditemukan sepanjang pantai, namun bisa juga terbentuk di wilayah bukan pantai," ujarnya dikutip dari twitter Lapan RI.

Jadi, katanya  ketika ada awan panjang di dasar Cb, itu adalah awan arcus yang berarti hujan lebat akan segera datang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapan Benda Langit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top