Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fathia Izzati: Jejak Digital Jadi Urgensi, Cerminan Reputasi

Penyanyi, Fathia Izzati Saripudin menyebutkan bahwa jejak digital menjadi urgensi yang patut dipahami. Dia berharap ke depan masyarakat mengedepankan perilaku bijak saat menggunakan media sosial.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  01:30 WIB
Media sosial - Istimewa
Media sosial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penyanyi Fathia Izzati Saripudin menyebutkan bahwa jejak digital menjadi urgensi yang patut dipahami. Dia berharap ke depan masyarakat mengedepankan perilaku bijak saat menggunakan media sosial.

Menurutnya, jejak digital merupakan cerminan dari reputasi seseorang dan akan abadi bila sudah masuk ke dalam dunia maya. Pasalnya, konten yang sudah terunggah sudah dipastikan dilihat oleh banyak orang. Tentu, ini akan berpengaruh di masa depan.

“Saya ingin menyampaikan bahwa jejak digital adalah penting, salah satunya menjaga reputasi jangka panjang, itu bisa diliat calon pelamar kerja, jejak digital kita akan dilihat, seperti apa yang kamu lakukan selama ini,” ungkapnya lewat diskusi daring, Senin, (10/8/2020)

Dara kelahiran 26 September 1994 ini pun menceritakan bahwa dirinya sempat tidak menyangka unggahan video pertamanya yang berbicara bahasa Inggris dalam 21 aksen berdampak begitu besar dan tersebar luas di jagat maya.

"Awal saya bikin konten YouTube, saya nggak paham apa itu jejak digital dan bahwa konten bisa punya dampak yang besar. Walaupun kita hanya iseng, tetapi siapa yang tahu kalau itu akan viral. Kita juga punya check and balance," ujarnya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk selalu tidak mudah membagikan lokasi pribadi. Hal ini karena semua orang bisa melihat dan mengetahui di mana kita sedang berada. Menurutnya, juga penting untuk pengguna media sosial agar secara rutin mengecek konten apa saja yang ditandai (tag) terhadap akun mereka.

“Perhatikan geotagging dan lokasi kita, itu bisa dilihat semua orang dan lebih baik berhati-hati. Cek konten yang kita tag, itu penting untuk dipantau karena bila ada konten SARA atau hal berbahaya lain dapat kita untag atau report,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial digital
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top