Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telkomsel : Covid-19 Mempercepat Digitalisasi

Telkomsel sudah mengoperasikan 220.000 unit base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  17:49 WIB
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup digital lebih sering ketimbang sebelumnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Setyanto Hantoro dalam dalam Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7/2020).

“Digitalisasi yang diprediksi [akan datang] 5-10 tahun ke depan ternyata lebih cepat. Sekarang terjadi percepatan, pelanggan Telkomsel terjadi percepatan dari 5-10 tahun menjadi 2-5 tahun bisa tercapai digitalisasinya. Model bisnis baru kami sangat siap melakukannya meskipun harus lebih cepat karena Covid,” jelasnya.

Hingga saat ini, dia mengaku perseroan sudah mengoperasikan 220.000 unit base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan upaya pemerataan akses digital dan memperbesar peluang bisnis.

"Sebagai operator terbesar dan first mover, kami akan memiliki keuntungan nantinya," ujarnya.

Setyanto mencatat selama masa work from home (WFH) konsumsi konektivitas pelanggan kelas menengah-atas melambung hingga 60 persen. Namun, penggunaan layanan konektivitas kelas bawah cenderung turun.

"Jadi secara keseluruhan bisnis konektivitas cenderung flat. Peningkatan siginifkan justru ada di konsumsi digital," paparnya.

Peningkatan konsumsi layanan digital itu di antaranya ialah kenaikan penggunaan Telkomsel untuk menonton film dan bermain gim.

Meski mengaku industri telekomunikasi cenderung tahan banting terhadap pandemi Covid-19, dia menyebut tantangan terbesar justru terletak pada daya beli.

“Kita melihat konektivitas tradisional seperti voice dan SMS [short message service] pasti drop, tapi data konsumsi naik. Tantangannya [yakni] daya beli masyarakat,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top