Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

NASA Waspadai Asteroid Dekati Bumi, Berjarak Lebih Dekat daripada Bulan

Asteroid tersebut bakal melintas sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada jarak Bumi dan Bulan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  17:13 WIB
Asteroid - Istimewa
Asteroid - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - NASA tengah bersiaga setelah menemukan asteroid yang diperkirakan mendekat ke Bumi pada September.

Asteroid tersebut bakal melintas sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada jarak Bumi dan Bulan.

Dengan ukuran sekitar 49 meter, batuan ruang angkasa itu bakal melintas pada jarak 71.805 kilometer, atau hanya seperlima jarak Bumi dengan Bulan yang berjarak 384.399 kilometer.

NASA Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) melaporkan bahwa asteroid itu bergerak dengan kecepatan 29.375 kph, dikategorikan berpotensi bahaya kendati diperkirakan bakal melewati planet dengan aman.

Bahkan dalam kesempatan yang sangat kecil menabrak ke Bumi, asteroid tidak akan menimbulkan ancaman yang signifikan, menyebabkan ledakan serupa dengan insiden Chelyabinsk.

Sebagai informasi, pada 2013 sebuah meteor berukuran 20 meter meledak di wilayah Chelyabinsk, Rusia yang menghancurkan jendela bangunan dan melukai sekitar 1.000 orang.

"Asteroid berbahaya saat ini didefinisikan berdasarkan parameter yang mengukur potensi asteroid untuk mendekat dan mengancam Bumi," tulis NASA seperti dikutip Express, Rabu (15/7).

NASA juga menetapkan bahwa asteroid ini masuk dalam kategori Near Earth Object (NEO), yang memungkinkan mereka untuk mempelajari tata surya.

"NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh gaya tarik gravitasi planet terdekat ke dalam orbit, yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi," catat NASA.

Minat ilmiah terhadap komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh statusnya sebagai puing-puing sisa yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya 4, 6 miliar tahun lalu.

Planet-planet luar raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus terbentuk dari pengumpulan miliaran komet dan sisa serpihan dari proses pembentukan ini adalah komet yang kita lihat hari ini.

Demikian juga, asteroid yang dilihat hari ini adalah potongan-potongan yang tersisa dari aglomerasi awal planet-planet bagian dalam seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

NASA melaporkan bahwa ada kemungkinan 1 dari 300.000 asteroid bakal memasuki wilayah Bumi hingga menghantam permukaan, dan dapat menyebabkan kerusakan.

Inilah sebabnya saat ini NASA sedang mempelajari asteroid bernama Bennu yang diperkirakan bakal menghantam planet ini pada tahun 2135.

Lembaga tersebut telah mengirimkan pesawat ruang angkasa Osiris Rex yang bertugas mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang batu ruang angkasa berukuran 500 meter tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top