Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gojek Perkenalkan 3 Startup Inovatif Lewat Gojek Xcelerate

Jejak.in, Etanee, dan Qlue merupakan 3 startup inovatif dengan dampak sosial positif paling besar besutan “Gojek Xcelerate Xcellence”.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:10 WIB
Pengemudi ojek online menunjukan aplikasi digawainya saat menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online menunjukan aplikasi digawainya saat menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Gojek Xcelerate, program akselerator startup dari Gojek dan Digitaraya, memperkenalkan tiga startup inovatif yang dinilai paling berdampak sosial positif besutan “Gojek Xcelerate Xcellence”.

Tiga startup yang mengikuti Gojek Xcelerate sejak September 2019 lalu adalah Jejak.in (solusi teknologi layanan lingkungan hidup), Etanee (platform rantai pasok digital yang menghubungkan ekosistem industri pangan dari hulu ke hilir), dan Qlue (aplikasi pelaporan publik untuk berbagai masalah sosial dan lingkungan di kota, seperti limbah, lampu lalu lintas yang rusak, dan parkir ilegal).

Ketiga startup paling inovatif yang dipilih oleh panel Gojek Xcelerate dianggap mampu menciptakan dampak sosial luas yang bisa mengatasi tantangan masyarakat secara sistemik.

Pertama adalah Jejak.in, startup di bidang lingkungan mengembangkan sistem sensus pemantauan tumbuh kembang pohon dan tanaman di suatu area menggunakan perangkat lunak dan kecerdasan buatan.

Melalui Jejak.in, laporan data dan analisa aktual bisa diakses langsung secara daring maupun luring. Kegiatan penanaman, perawatan, dan pengawasan dalam program konservasi yang dilakukan oleh Jejak.in dengan mitra-mitranya, membantu perekonomian kelompok-kelompok masyarakat di sekitar area konservasi selama masa pandemi ini.

Kedua, yaitu startup agritech Etanee mengembangkan model distribusi bahan pangan melalui pemberdayaan agen mikro sebagai agregator. Tentunya hal ini sekaligus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 bisa tetap mendapatkan penghasilan.

Terakhir adalah Qlue, yang mengembangkan ekosistem kota pintar di Indonesia dengan menambahkan fitur pengawasan thermal dan sistem komputer berbasis kecerdasan buatan untuk memonitor perkembangan Covid-19 di dalam kota.

Menurut Senior System Engineer Gojek Giri Kuncoro, startup Gojek Xcelerate punya potensi yang besar untuk mengembangkan inovasi teknologi di bidangnya masing-masing. Lewat puncak acara Gojek Xcelerate Xcellence ini, dirinya berharap para startup dapat bertemu dan membangun kolaborasi satu sama lain, termasuk dengan partner dan pemodal ventura di ekosistem Gojek Xcelerate.

"Sebagai katalisator bisnis startup, kami percaya potensi startup alumni Gojek Xcelerate mampu memperkuat ekosistem digital di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menciptakan dampak sosial yang luas dan positif bagi masyarakat,” katanya dalam konferensi pers virtual pada Rabu (01/07/2020).

Tiga startup itu merupakan bagian dari 35 startup yang dilatih Gojek Xcelerate selama 6 bulan sejak September 2019. Program pelatihan terbagi dalam 4 angkatan, diantaranya 5 startup tanah air di bidang machine learning, 10 startup Asia Pasifik dengan pemimpin perempuan, 9 startup tanah air di bidang daily consumer innovation, dan 11 startup tanah air dengan model bisnis direct-to-consumer.

Di kesempatan yang sama, Managing Director Digitaraya, Nicole Yap menyebut alumni startup Gojek Xcelerate siap bersaing di level global dengan kemampuannya mengembangkan inovasi teknologi yang berdampak positif. Sampai pada saat ini 35 alumni Gojek Xcelerate telah menciptakan sebanyak 1.608 lapangan pekerjaan baru, mendapatkan lebih dari US$ 30M pendanaan.

"[Kemudian] yang tak kalah penting 22 dari 35 alumni tersebut merupakan startup yang dipimpin oleh perempuan,” ungkapnya.

Nicole menyebut sejauh ini Gojek Xcelerate telah memberikan 35 perusahaan rintisan asal Indonesia dan Asia Pasifik program mentoring dari expert kelas dunia, seperti Gojek, Digitaraya, Google Developers, McKinsey & Company, dan UBS serta kesempatan pendanaan dari pemodal ventura dalam jaringan Gojek dan Digitaraya.

Menanggapi kesuksesan program Gojek Xcelerate, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI - Basuki Yusuf Iskandar mengatakan pihaknya percaya, teknologi juga mampu mendorong kebiasaan baru yang positif di masyarakat.

"Saya berharap alumni startup Gojek Xcelerate mampu mengelola potensi ini agar semakin banyak manfaat dan dampak sosial yang bisa dirasakan masyarakat. Saya berharap para alumni Gojek Xcelerate tidak berhenti berkreasi, sehingga bisa menginspirasi pelaku bisnis lainnya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura StartUp Gojek
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top