Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AMD Gandeng NVIDIA Garap Mesin AI Tercanggih

Pada 14 Mei 2020, NVIDIA telah mengenalkan produk DGX A100. Namun, informasi mengenai prosesornya belum diumumkan. Kini, terungkap sudah. Usai AMD mengumumkan bahwa perangkat tersebut dipersenjatai oleh prosesor AMD EPYC Generasi 2.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  06:20 WIB
Prosesor AMD EPYC Generasi ke-2 - Nvidia
Prosesor AMD EPYC Generasi ke-2 - Nvidia

Bisnis.com, MANADO— Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) menggandeng NVIDIA Corporation untuk mengembangkan mesin kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tercanggih melalui produk NVIDIA DGX A100.

Pada 14 Mei 2020, NVIDIA telah mengenalkan produk DGX A100. Namun, informasi mengenai prosesornya belum diumumkan. Kini, terungkap sudah. Usai AMD mengumumkan bahwa perangkat tersebut dipersenjatai oleh prosesor AMD EPYC Generasi 2.

DGX A100 menghantarkan 5 petaflops kinerja AI yang memungkinkan pengguna untuk mempercepat beragam beban kerja AI seperti analisis data, pelatihan dan inferensi. Produk tersebut memanfaatkan kemampuan kinerja tinggi, 128 core, kecepatan RAM 3200 megahertz dan telah mendukung PCIe Gen 4 dari dua prosesor EPYC 7742 yang memiliki kecepatan hingga 3,4 gigahertz.

Prosesor AMD EPYC Generasi ke-2 adalah prosesor server arsitektur x86 yang pertama dan satu-satunya saat ini yang mendukung PCIe Gen 4 yang memberikan I/O bandwidth tinggi yang sangat penting untuk komputasi kinerja tinggi dan koneksi antara CPU dan perangkat lain seperti kartu grafis (GPU).

Raghu Nambiar, Corporate Vice President, Data Center Ecosystem and Application Engineering AMD mengungkapkan hanya prosesor AMD EPYC Gen 2 yang dapat menyediakan hingga 64 core dan 128 lane interkonektivitas PCIe 4 dalam satu prosesor data center x86.

“Kami senang melihat bagaimana kekuatan sistem NVIDIA DGX A100 memungkinkan bandwidth I/O untuk digandakan secara efektif,” katanya, dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

Dia mengungkapkan dengan prosesor AMD EPYC Generasi ke-2, mitra dan pelanggan dapat memaksimalkan kinerja dan efisiensi biaya dalam komputasi heterogen, beban kerja infrastruktur yang tervirtualisasi dan hiper konvergen, memberi tim fleksibilitas dan kemampuan untuk tetap berada di garis depan inovasi.

Sementara itu, Charlie Boyle, Vice President and General Manager DGX System NVIDIA mengungkapkan NVIDIA DGX A100 memberikan lompatan luar biasa dalam kinerja dan kemampuan.

“Prosesor AMD EPYC Generasi ke-2 yang digunakan dalam DGX A100 memberikan kinerja dan dukungan tinggi untuk PCIe Gen4,” katanya.

NVIDIA, lanjutnya, telah menjadikan fitur-fitur itu berfungsi untuk menciptakan sistem AI paling kuat di dunia sambil mempertahankan kompatibilitas dengan tumpukan perangkat lunak yang dioptimalkan GPU yang digunakan di seluruh keluarga DGX.

Sistem DGX Nvidia ditujukan untuk penggunaan pusat data dan ilmiah, yang dimaksudkan untuk digunakan untuk pembelajaran mesin (machine learning) dan simulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Harga untuk sistem DGX mulai dari US$199.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nvidia kecerdasan buatan (AI)
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top