Tips Optimalisasi dan Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Rahmad Fauzan
Selasa, 9 Juni 2020 | 18:55 WIB
ilustrasi branding. /Shutterstock
ilustrasi branding. /Shutterstock
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Digitalisasi menjadi salah satu kunci dalam hal memperkuat merek atau brand agar tetap relevan dan terhubung secara kuat dengan pelanggan. Hal tersebut bakal berdampak pada penjualan dan pendapatan pelaku usaha.

Small & Medium Corporate Lead Microsoft Indonesia Vony Tjiu mengatakan, dunia bisnis harus mampu merespons perubahan yang terjadi secara real-time atau dalam waktu yang bersamaan, tetap terhubung dengan konsumen, serta menjaga keberlangsungan bisnis. Langkah itu terutama dibutuhkan saat munculnya sentimen negatif, seperti adanya wabah Covid-19 yang terjadi saat ini.

Namun, sambungnya, perusahaan selalu menginginkan hasil yang lebih baik dari pemasaran dan penjualan. Akan tetapi keinginan itu tidak diiring oleh solusi pemasaran dan penguatan brand yang dikembangkan.

Selain itu acap kali para pelaku usaha tidak mengelola data pelanggan yang terfragmentasi menghalangi terbentuknya data pengalaman konsumen yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan strategi pemasaran dan branding.

“Kita harus bisa mempersonalisasi pemasaran kita. Artinya, kita harus tahu pasar kita seperti apa dan proses engagement-nya harus seperti apa. Supaya kita bisa mengetahui pengalaman yang dimiliki dan dibutuhkan pelanggan kita,” ujarnya dalam webinar bertajuk Digitalize to Maximize Your Business: How to Maintain Your Brand in Digital Era yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia dan Microsoft Indonesia, Selasa (9/6/2020).

Dia menyebutkan, di Microsoft, transformasi sistem pemasaran dan penjualan yang terjadi menyangkut ke beberapa hal. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tersebut memiliki program berskala global, mitra yang terintegrasi, koneksi penjualan yang mendalam, dan pemasaran berbasis akun.

Dalam hal penjualan, perusahaan menjalankan strategi ekspansi dengan cakupan penjualan yang telah ditargetkan sebelumnya. Media sosial juga memiliki peran penting, yakni sebagai navigator dalam hal mengelola bisnis di era digital.

Salah satu solusi yang ditawarkan Microsoft adalah memperkuat pemasaran dan branding menggunakan aplikasi Microsoft Dynamics 365. Merebaknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) memungkinkan pengalaman konsumen untuk terhubung dengan suatu perusahaan.

Dynamics 365 terdiri atas 3 pilar, antara lain Dynamics 365 Sales Insights, Dynamics 365 Market Insights, dan Dynamics 365 Costumer Insights.

Vony menambahkan solusi yang dihadirkan dengan Dynamics 365 juga dilengkapi dengan beberapa hal yang mampu menjamin keamanan bisnis, meliputi proteksi identitas, proteksi dari ancaman siber, dan proteksi atas informasi.

"Dengan demikian, keamanan perusahaan yang menggunakan solusi Dynamics 365 dipastikan terjamin," sambung Vony.

Sementara itu, praktisi branding Subiakto Priosoedarsono mengatakan komunikasi yang terjalin antara konsumen dan penjual di era digital berlangsung dua arah. Berbeda dari era sebelum digital, saat ini penjual dan pembeli dapat berkomunikasi dua arah di media sosial.

Dengan pola komunikasi yang berubah tersebut, maka kehadiran platform yang menawarkan kecanggihan serta sistem keamanan yang terjamin menjadi kunci dari terbangunnya proses branding perusahaan. Hal itu juga dinilainya akan memperkuat kepercayaan dari  konsumen, bahkan di era pandemi Covid-19 sekalipun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper