Ilmuwan Temukan Planet dan Bintang Baru Mirip Bumi dan Matahari

Syaiful Millah
Senin, 8 Juni 2020 | 14:15 WIB
 Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Para ilmuwan telah mendeteksi keberadaan planet dan bintang jauh yang terlihat mirip dengan sistem Matahari dan Bumi, ketimbang sistem exoplanet lainnya yang pernah diamati.

Kesamaan antara planet yang diberi nama KOI-456.04 dan Bumi sangat banyak, dan para peneliti berharap bahwa kondisi di sana mungkin tepat untuk kehidupan.

Dilansir dari Express, Senin (8/6) pengamatan tersebut dilakukan oleh Max Planck Institute for Solar System Research in Göttingen, Jerman. Bekerja sama dengan , Sonneberg Observatory, University of Göttingen, University of California, dan NASA.

Mereka menggambarkan keberadaan planet dan bintang yang ditemukan itu sebagai ‘mirror image’ dari Bumi dan Matahari. Posisinya berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi.

Sejauh ini, para ilmuwan di seluruh dunia telah berhasil menemukan lebih dari 4.000 exoplanet, yakni planet-planet yang berada di luar tata surya kita.

Mereka biasanya tertarik untuk menemukan planet yang mirip dengan Bumi, karena hal ini memunculkan kemungkinan adanya kehidupan lain di luar angkasa.

Adapun, planet KOI-456.04 mengorbit bintang yang mirip dengan Matahari atau yang disebut dengan Kepler-160. Bintang ini memancarkan lebih banyak cahaya tampak, sebuah kondisi yang jarang ada di bintang-bintang exoplanet.

Kepler-160 juga sangat dekat dengan ukuran Matahari yang ada di tata surya kita, radiusnya hanya 1- persen lebih besar, dengan suhu permukaan hanya 300 derajat lebih dingin.

Para peneliti menyebut penemuan ini sebagai hal penting karena sebagian besar bintang planet dari luar tata surya memiliki ukuran kecil dan redup serta sebagian besar memancarkan radiasi inframerah.

Radiasi inframerah merupakan masalah yang menyangkut kehidupan. Diperkirakan bahwa hal tersebut telah membuat planet yang dekat dengan bintang itu menjadi sangat panas.

Ilmuwan dan peneliti juga menyebut semakin dekat sebuah planet dengan bintang inangnya, semakin besar kemungkinannya akan terpengaruh oleh gravitasi, yang mengakibatkan maraknya vulkanisme yang akan berakibat fatal bagi kehidupan yang muncul.

Singkatnya, sebuah planet esktrasurya mirip Bumi yang merupakan kandidat untuk kehidupan perlu mengorbit bintang yang bertipe tepat pada jarak yang sangat spesifik karena berbagai alasan tadi.

Inilah sebabnya mengapa KOI-456.04 dan Kepler-160 sangat menarik, karena memenuhi sejumlah syarat dan planet tersebut dilaporkan berbatu dan relatif mirip dengan Bumi dalam hal ukuran.

Kesamaan lain antara KOI-456.04 dan Bumi adalah periode orbitnya. Para peneliti menyatakan planet itu memiliki masa orbit 378 hari, mirip dengan Bumi dengan 365 hari.

Ini berarti kemungkinan planet jauh itu mendapatkan jumlah cahaya yang sama dengan Bumi. Peneliti menyatakan sekitar 93 persen dalam hal ini memiliki kemiripan.

Terlebih, planet KOI-456.04 berada di bawah dua kali ukuran Bumi. Bagi para peneliti, ukuran planet menjadi penting karena hampir semua exoplanet ukurannya kurang dari dua kali ukurang Bumi, yang berpengaruh pada suhu permukaan.

Sebagai informasi, planet ekstrasurya bisa sangat bervariasi. Beberapa di antaranya berukuran jauh lebih kecil dan berbatu seperti Merkurius dan yang lainnya berukuran raksasa dan bersifat lebih banyak gas seperti Jupiter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Syaiful Millah
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper