Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Work Frorm Home Ajarkan Pebisnis Internet Kabel Perkuat Basis Pelanggan Rumahan

70 persen bisnis internet kabel bertumpu pada sektor korporat yang kini terdampak Covid-19
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  07:06 WIB
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku bisnis internet kabel disebut harus belajar dari momentum work from home (WFH) yakni memperkuat basis pelanggan rumahan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) periode 2014-2019, Rudiantara menyebut anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) perlu berinovasi dengan menggelar jaringan ke rumah-rumah karena saat WFH, penggunaan kantor menurun drastis padahal segmen korporasi menyumbang 70 persen pendapatan.

Menurutnya, di masa pandemi wabah Covid-19, banyak perilaku para pekerja di Indonesia berubah. Khususnya bagi para pekerja kantoran. Mereka yang biasa harus pergi ke kantor, kini tak perlu lagi. Terlebih pemerintah mengimbau agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Oleh karena itu, jaringan internet kabel harus mampu menyentuh lokasi di daerah selain di Jakarta.

"Bisa dikatakan, rumah saya tak perlu lagi di dalam kota. Saya tidak perlu lagi kost, atau nyewa, atau kontrak lagi di dalam kota. Lebih baik saya tinggal agak di luar kota saja. Lebih nyaman, sehat, dan yang penting internetnya kencang," ujarnya dalam acara diskusi daring yang digelar Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jumat (15/5/2020).

Perlu diketahui, berdasarkan hasil survey APJII tentang Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet tahun 2018 disebutkan bahwa hanya 14 persen masyarakat di Indonesia yang berlangganan tetap internet rumah atau fixed. 79,5 persen masyarakat mengaku tidak berlangganan internet rumah.

Terlebih, kata Rudiantara, momentum perluasan penerima insentif pajak untuk UMKM melalui PMK No.44/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona harus dimanfaatkan. Caranya, dengan menggelar infrastruktur secara masif. 

Dalam kesempatan yang sama, CEO Telkom Telstra Erick Meijer mengatakan pandemi virus corona telah mengubah perilaku konsumen. Menurutnya, stabilitas dan kecepatan internet menjadi penting di saat sebagian besar kegiatan dilakukan di rumah.

Stability dan speed internet itu menjadi jauh lebih penting daripada internet flexible atau internet mobility,” jelasnya.

Sementara itu, Co-Founder DigiAsia Bios, Alexander Rusli mengatakan bahwa anggota APJII harus lebih sensitif terhadap perubahan value chain

“Dulu saat zaman 2G, misalnya konten itu bisa nyelip di industri telekomunikasi. Tetapi sekarang diambil sama Google, Facebook, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, anggota APJII harus sensitif terhadap value chain,” ungkapnya.

 

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top