Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terdampak Corona, SAS Institute Bisa Berhenti Raih Untung Untuk Pertama Kalinya

Salah satu raksasa produsen perangkat lunak, SAS Institute berpotensi mengalami kegagalan meraup keuntungan untuk pertama kalinya dalam 44 tahun terakhir.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 02 Mei 2020  |  15:28 WIB
Terdampak Corona, SAS Institute Bisa Berhenti Raih Untung Untuk Pertama Kalinya
Jim Goodnight. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa produsen perangkat lunak SAS Institute, diprediksi bakal berhenti meraup keuntungan untuk pertama kalinya sejak 44 tahun terakhir akibat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir dari  Bloomberg, Sabtu (2/5/2020), SAS Institute tercatat selalu meraup keuntungan sejak perusahaan didirikan pada1976.

Chief Executive Officer SAS Institute Jim Goodnight mengatakan perusahaan masih dalam kondisi finansial yang baik meskipun harus menerima kemungkinan tahun ini tidak sepeserpun uang akan mengalir ke dalam neraca keuntungan perusahaan.

"Kami mungkin tidak akan menghasilkan uang tahun ini, tapi kami telah mengumpulkan banyak uang sebelumnya sehingga mampu menghadapi masa ini," ujar Goodnight.

Selain itu, perusahaan memiliki banyak pelanggan yang terdampak signifikan oleh Covid-19, baik di sektor perhotelan, penerbangan, maupun kapal pesiar.

Goodnight memperkirakan hal yang lebih buruk akan menghantam perusahaan. Saat ini, pergolakan finansial yang terjadi telah mendesak perusahaan untuk melakukan penundaan pembayaran.

Adapun, SAS Institute merupakan perusahaan penghasil perangkat lunak terbesar di dunia.

Pada 2018, perusahaan berhasil meraup pendapatan US$3,3 miliar. Pendapatan tersebut diperoleh setelah platform analitik yang dijual kepada lebih dari 83.000 perusahaan, lembaga pemerintah, dan universitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

software covid-19
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top