Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VPN Rawan Peretasan, Ini Kiat-Kiat Penggunaannya versi McAfee

McAfee, salah satu perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat, dalam studi terbarunya mengungkapkan sebanyak 61% profesional di bidang teknologi dan informasi setidaknya pernah melaporkan satu kasus peretasan dalam karirnya.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 29 April 2020  |  11:00 WIB
Ilustrasi seorang pria sedang mengetik kode siber. - Reuters/Kacper Pempe
Ilustrasi seorang pria sedang mengetik kode siber. - Reuters/Kacper Pempe

Bisnis.com, JAKARTA - McAfee, salah satu perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat, dalam studi terbarunya mengungkapkan sebanyak 61% profesional di bidang teknologi dan informasi setidaknya pernah melaporkan satu kasus peretasan dalam karirnya.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (29/4/2020), hal tersebut mengindikasikan masih tingginya angka peretasan. Terlebih lagi, dengan adanya kondisi seperti saat ini, di mana nyaris semua orang bekerja dan belajar dari rumah, risiko peretasan pun turut meningkat.

Salah satu penyebab utamanya adalah makin ramainya penggunaan aplikasi virtual private network (VPN). Oleh karena itu, pengguna internet harus mengetahui cara menavigasi lanskap digital yang berubah dengan kiat-kiat aman penggunaan VPN. 

Hal pertama yang perlu diketahui pengguna internet adalah layanan VPN dirancang untuk keperluan yang tidak sama. Dengan demikian, pastikan layanan VPN yang digunakan sudah sesuai dengan keperluan.

Beberapa VPN yang disedikan untuk browser dikatakan hanya membantu melindungi lalu lintas web di browser tertentu.

Meskipun tingkat privasi ini dapat bekerja untuk beberapa pengguna, tetapi pengguna disarankan untuk menggunakan layanan VPN yang dapat memberikan perlindungan secara keseluruhan.

VPN perangkat seperti McAfee® Safe Connect secara umum dapat membantu melindungi lalu lintas web terlepas dari apa browser atau aplikasi yang digunakan.

Selain itu, penting untuk meninjau setiap persyaratan privasi layanan sebelum pengguna memutuskan layanan yang akan digunakan sebagai gateway terpercaya.

Beberapa layanan VPN, terutama yang gratis, menerapkan pelacak yang merekam informasi demografis, lokasi, dan sistem pengguna. Terkadang pengguna juga dapat merujuk ke audit keamanan pihak ketiga untuk membantu memvalidasi klaim privasi ini.

Untuk masalah bandwith, pengguna dapat mempertimbangkan layanan dengan paket data yang sesuai dengan tingkat penggunaan layanan VPN.

Apabila pengguna berencana menggunakan multimedia seperti streaming video atau mengunduh file besar, paket tak terbatas dapat bekerja lebih baik.

Untuk penggunaan umum, pengguna disarankan untuk membiarkan VPN terhubung ke lokasi server terdekat dan tercepat. Namun demikian, memiliki daftar negara yang beragam untuk dipilih akan memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar jika server terasa lebih lambat di salah satu lokasi tertentu.

Pada akhirnya, pengguna disarankan untuk memilih VPN yang paling mudah digunakan dan dipahami. Singkat kata, pengguna dapat mempertimbangkan produk yang menawarkan pengalaman yang mudah dan telah disederhanakan untuk kenyamanan pengguna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keamanan siber
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top