Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aturan IMEI : Kemenperin Masih Bahas Pengelolaan Alat CEIR Dengan Kemenkominfo

CEIR merupakan alat pemroses data yang berfungsi mengelola berbagai macam informasi terkait pengendalian IMEI. Ketika pengendalian IMEI diimplementasikan, alat tersebut akan memroses data ponsel dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 15 April 2020  |  17:20 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengambil gambar dengan ponselnya saat menghadiri acara forum pimred di Jakarta, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengambil gambar dengan ponselnya saat menghadiri acara forum pimred di Jakarta, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenperin masih melakukan pembahasan mengenai pengelolaan Central Equipment Identity Register (CEIR) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

CEIR merupakan alat pemroses data yang berfungsi mengelola berbagai macam informasi terkait pengendalian IMEI. Ketika pengendalian IMEI diimplementasikan, alat tersebut akan memroses data ponsel dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Data yang tertampung di alat penyimpanan nomor IMEI bernama Siinas (Sistem Informasi Industri Nasional), dan operator seluler.

Kepala Subdirektorat Industri Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perkantoran, dan Elektronika Profesional Kemenperin, Najamudin, mengatakan pembahasan mengenai pengelolaan CEIR masih berlangsung dengan Kementerian Kemenkominfo. Dalam pembahasan itu, Kemenperin mengusulkan kepada Kemenkominfo agar data Siinas tidak dikirim secara langsung ke alat CEIR untuk menjaga kerahasiaan data produsen dan importir ponsel.

"Mereka [produsen ponsel] keberatan kalau nomor IMEI di Siinas dikirim ke CEIR. Tidak ada ketentuan yang melarang keberatan tersebut. Memang begitu kondisinya karena menyangkut kerahasiaan bisnis produsen dan improtir ponsel," kata Najamudin, Rabu (15/4/2020).

Ketua Bidang Hubungan Pemerintah APSI (Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia) Syaiful Hayat menambahkan keberatan dari pihak produsen juga tidak terlepas dari kejelasan mengenai pihak yang nantinya mengelola CEIR.

"Namun, setelah pemerintah menetapkan skema whitelist untuk pengendalian IMEI, semua jadi jelas. Alat CEIR akan ditempatkan di Kemenperin, sehingga kami dari asosiasi tidak akan merasa keberatan," kata Syaiful.

Di Kemenperin sendiri, masih terdapat beberapa persiapan lain yang harus dilakukan setelah alat CEIR selesai dihibahkan dari Telkomsel.

Kementerian tersebut tercatat memiliki empat hal yang mesti disiapkan. Pertama, link ke CEIR di gedung Cyber 1. Kedua, sumber daya manusia untuk operasional CEIR. Ketiga, data IMEI TPP dalam Siinas. Keempat, mengelola operasional sistem whitelist/CEIR dalam 24 jam.

Berdasarkan pemaparan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkar Pos dan Informatika, sampai dengan 12 April 2020 instalasi CEIR di komputasi awan telah disiapkan dengan kapasitas tampungan sebesar 1 miliar data dari IMEI, Mobile Station International Subscriber Directory Number (MSISDN), dan international mobile subscriber identity (IMSI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponsel pintar imei Siinas (Sistem Informasi Industri Nasional)
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top