WFH Picu Lonjakan Trafik Data Operator Seluler

Lonjakan penggunaan data oleh masyarakat terjadi selama pemerintah menganjurkan penerapan kebijakan social distancing dan work from home.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  14:07 WIB
WFH Picu Lonjakan Trafik Data Operator Seluler
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas bekerja dari rumah yang berlangsung sejak kurang lebih satu pekan telah memicu terjadinya lonjakan trafik komunikasi dan data di perusahaan operator seluler. Berbagai persiapan pun telah dilakukan guna mengantisipasi hal tersebut.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Setyanto Hantoro mencatat terjadi lonjakan trafik komunikasi payload layanan berbasis data dan digital hingga 7,3 persen sejak diberlakukannya imbauan belajar dan bekerja dari rumah.

Kenaikan trafik komunikasi layanan berbasis data dan digital dikontribusi oleh tumbuhnya payload layanan sistem belajar berbasis daring (e-learning) yang mencapai 236 persen, gim daring sebesar 117 persen, komunikasi pesan instan sebesar 19 persen serta layanan digital berbasis cloud storage yang umumnya juga digunakan sebagai penunjang sistem layanan aplikasi bekerja secara daring, meningkat hingga 18 persen.

Dia mengatakan, sampai dengan saat ini, hanya layanan voice dan SMS yang cenderung stabil. Menurutnya, Telkomsel akan terus melakukan pemantauan pergerakan trafik layanan telekomunikasi.

Saat ini, lanjutnya, Telkomsel telah melakukan upaya penanganan pengamanan trafik jaringan dengan menyiapkan kapasitas tambahan sebagai antisipasi lonjakan trafik komunikasi.

Kapasitas tambahan disiapkan untuk trafik layanan berbasis data dan digital dengan memaksimalkan fungsi seluruh spektrum besar yang dimiliki Telkomsel, yakni frekuensi 900, 1800, 2100, dan 2300 Mhz.

"Kesiapan jaringan berbasis broadband ini juga dilakukan untuk memastikan kenyamanan pelanggan menikmati ragam layanan digital lifestyle," ujar Setyanto Senin  (22/3/2020).

Peningkatan trafik juga terjadi di PT XL Axiata Tbk. Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan peningkatan trafik tertinggi pekan lalu terjadi pada Jumat (20/3/2020), yakni mencapai 15 persenn.

Mengantisipasi hal tersebut, lanjut Tri, perusahaan menyediakan layanan gratis dengan kapasitas 2GB per hari selama 2 pekan.

"Layanan tersebut diberikan untuk mengakses ke berbagai aplikasi pendukung yang mencakup Udemy, Ruang Guru, dan Zenius untuk para pelajar atau mahasiswa," ujarnya.

Dia menambahkan perusahaan siap mendukung pemerintah dan menjaga kenyamanan masyarakat dalam penggunaan layanan telekomunikasi apabila pembelakuan imbauan work from home berlangsung lama.

XL Axiata dikatakan melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap performa dan kualitas jaringan selama 24 jam sebagai langkah antisipasi potensi lonjakan trafik.

"Apabila terjadi peningkatan trafik layanan, kami juga akan melakukan penyeimbangan trafik terlebih dahulu untuk memastikan perfoma jaringan tetap terjaga," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir mengatakan pihak operator seluler akan melakukan penilaian kembali jika lonjakan trafik terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Menurut Marwan, penilaian kembali tersebut dilakukan karena pelonjakan terjadi di seluruh sektor aktivitas komunikasi masyarakat. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait dengan proses assesment operator seluler tersebut.

"Kami belum tahu pasti, karena kita menghadapi pandemi yang harus menunggu kepastian dari Pemerintah. kami berharap ini tidak panjang," ujarnya.

Selain melonjak, perubahan kebiasaan pengguna layanan telekomunikasi yang terjadi sejak diberlakukannya imbauan work from home (WFH) juga menggeser ruang cakupan penggunaan layanan telekomunikasi dari wilayah pusat kota ke residensial.

Marwan mengungkapkan perusahaan operator seluler harus memindahkan menambah kapasitas layanan dari wilayah inner city ke wilayah residensial, serta mengurangi kapasitas layanan di wilayah pusat kota.

Adapun, ujar Marwan, pergeseran wilayah penggunaan dan lonjakkan trafik tidak menutup kemungkinan terjadinya penurunan kualitas layanan telekomunikasi.

Namun, pemerintah dikatakan telah memberikan keleluasaan kepada perusahaan operator seluler untuk melakukan perbaikan-perbaikan jaringan selama diberlakukannya imbauan work from home akibat pandemi virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
layanan data, operator telekomunikasi, Virus Corona

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top