Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Google Pastikan Aplikasinya tak Bisa Digunakan Huawei

Google memastikan aplikasi dan sistem operasi Android tidak akan bisa digunakan pada gawai Huawei yang dijual setelah 16 Mei 2019.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  17:49 WIB
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA – Google akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi mengenai berakhirnya proses kerja sama dengan Huawei.

Direktur Legal Google & Play Tristan Ostrowski mengatakan pascapemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memasukkan Huawei dalam daftar hitam nasional, secara otomatis membuat Google harus melakukan penyesuaian.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah AS itu secara otomatis melarang Google bekerja dengan Huawei untuk menyediakan sistem operasi Android dan sejumlah aplikasi lain termasuk Gmail, Maps, YouTube, Play Store.

Dengan demikian, lanjutnya, sistem operasi Android dan aplikasi milik Google tidak akan bisa lagi digunakan gawai keluaran Huawei setelah 16 Mei 2019. Kendati demikian dia menjamin masih akan menyediakan pembaruan untuk aplikasi dan layanan Google pada gawai yang dijual Huawei sebelum 16 Mei 2019.

“Agar lebih jelas: hukum AS saat ini memungkinkan Google untuk hanya bekerja dengan Huawei pada gawai yang dijual sebelum 16 Mei 2019,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi Google, Senin (24/2/2020).

Di samping itu, Ostrowski meminta para pengguna gawai Huawei yang dijual setelah 16 Mei 2019, tidak menggunakan strategi sideloaded sebagai trik agar tetap dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi Google dari sistem operasi Android.

Menurutnya, aplikasi Google tidak akan berjalan dan bekerja dengan baik ketika dimasukkan ke gawai keluaran Huawei menggunakan metode sideloaded. Terlebih ponsel Huawei  keluaran setelah 16 Mei 2019 tidak lagi mendapatkan sertifikat keamanan Play Protect dari Google.

Alhasil, para pengguna ponsel Huawei yang mengunduh dan memakai aplikasi keluaran sistem operasi Android melalui trik sideloaded berpotensi disusupi oleh virus. Di sisi lain, jaminan terhadap keamanan data pribadi pengguna tidak akan tersedia dengan baik.

“Untuk melindungi privasi data pengguna, keamanan, dan menjaga pengalaman keseluruhan, Google Play Store, Google Play Protect, dan aplikasi inti Google (termasuk Gmail, YouTube, Maps, dan lainnya) hanya tersedia di perangkat bersertifikat Play Protect,” lanjutnya.

Adapun sideloaded adalah cara mengunduh dan menginstal aplikasi di sebuah gawai menggunakan gawai lain sebagai perantara. Biasanya, proses ini menggunakan ponsel lain atau komputer desktop sebagai perantara.

Langkah ini dilakukan oleh sejumlah orang pengguna Huawei yang di dalamya tidak lagi dilengkapi oleh aplikasi Playstore milik Android. Alhasil, para pengguna gawai tersebut tidak bisa menggunakan aplikasi dan sistem operasi yang disediakan oleh Android.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google android huawei
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top