Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indosat Tak Mau Terburu-Buru Garap 5G, Ini Alasannya

PT Indosat Tbk. tidak ingin tergesa-gesa dalam mengembangkan 5G, sebab ekosistem 5G di Indonesia belum terbangun. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  11:18 WIB
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat

Bisnis.com, SOLO - PT Indosat Tbk. tidak ingin tergesa-gesa dalam mengembangkan 5G, sebab ekosistem 5G di Indonesia belum terbangun. 

President Director & CEO Indosat Ahmad  Abdulaziz Al Neama mengatakan bahwa Ooredoo memiliki banyak pengetahuan mengenai 5G termasuk dalam menerapkan 5G. 

Dengan pengalaman tersebut, tidak terlalu sulit bagi Indosat Ooredoo untuk memanfaatkan teknologi terbaru tersebut. 

Adapun mengenai persiapan Indosat dalam implementasi 5G di Indonesia, dia mengatakan Indosat tidak ingin terburu-buru. Sebab, ekosistem di Indonesia belum terbangun. 

“Masih ada dua atau tiga masalah seperti, frekuensinya yang belum ada dan belum ada bisnis yang jelas. Jadi, sampai dua hal ini jelas, kita baru siap menerapkan 5G,” kata Al Neama di Solo, Rabu (11/12/2019).  

Dia mengatakan bahwa saat ini perseroan masih ingin fokus  dalam pengembangan di 4G. Indosat mendistribusikan 4G ke seluruh Indonesia, sebagaimana yang dilakukan oleh operator lain. .

Sementara itu, CTO Indosat, Dejan Kastelic mengatakan bahwa infrastruktur yang dimiliki dan juga sedang dibangun Indosat saat ini sebenarnya untuk kesiapan dalam menyambut 5G, sehingga saat regulasi telah keluar, Indosat langsung dapat memanfaatkan 5G. 

“Semua alat-alat yang kita kembangkan saat ini, bisa digunakan untuk 5G. Begitu kita punya frekuensi, akan sangat mudah untuk kita beralih ke 5G,” kata Kastelic.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat 5g
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top