Komunal Raup Pendaan Tahap Awal dari East Ventures dan Skystar Capital

Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending online yang berbasis di Surabaya, Komunal, meraup pendanaan tahap awal (seed funding) dengan nominal tidak disebutkan yang dipimpin oleh East Ventures dan diikuti oleh Skystar Capital.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  10:02 WIB
Komunal Raup Pendaan Tahap Awal dari East Ventures dan Skystar Capital
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending online yang berbasis di Surabaya, Komunal, meraup pendanaan tahap awal (seed funding) dengan nominal tidak disebutkan yang dipimpin oleh East Ventures dan diikuti oleh Skystar Capital.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Selasa (3/12/2019), investasi tersebut akan mempercepat misi Komunal dalam menjembatani gap pendanaan (funding gap) yang sangat dibutuhkan oleh para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang belum bisa dilayani oleh bank yang jumlahnya kian bertambah. 

Adapun, gap pendanaan bagi para pemilik UMKM di Indonesia disebutkan bisa mencapai angka Rp1.000 triliun (sekitar US$70 miliar) per tahun, meskipun sektor perbankan dan keuangan mikro tengah tumbuh dengan pesat. Gap tersebut bahkan dikatakan terlihat lebih jelas di luar wilayah Jabodetabek.

Co-Founder dari Komunal Hendry Lieviant menilai UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan lebih dari 95% untuk penyerapan tenaga kerja sering menghadapi kesulitan saat mencari pendanaan guna melakukan ekspansi bisnis lewat lembaga pemberi pinjaman tradisional seperti bank.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh kurangnya riwayat pinjaman dan biaya operasional yang besar untuk melayani para pelaku UMKM.

"Lewat Komunal, kami ingin membantu UMKM yang potensial untuk terus berkembang dan turut memperbaiki ekonomi Indonesia secara substansial, serta mengurangi kesenjangan," ujar Hendry.

Dia menambahkan model bisnis P2P mampu membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi lewat inklusi keuangan yang lebih baik. Komunal sendiri dikatakan tidak hanya menyediakan kesempatan bagi masyarakat umum untuk menjadi pemberi pinjaman dengan bunga yang menarik, tetapi juga membuka akses pendanaan baru bagi para Peminjam yang tidak bisa dilayani oleh bank.

Hendry Leviant yang merupakan mantan analis kredit di Goldman Sachs, yang mendirikan Komunal bersama Rico Tedyono dan Kendrick Winoto, Komunal menggabungkan metodologi kredit, mulai dari data dan teknologi alternatif, hingga kemitraan dengan komunitas bank-bank regional (BPR) dan Koperasi, guna memperluas akses pendanaan bagi para pemilik UMKM di Indonesia.

Sebagai informasi, dalam waktu 8 bulan Komunal telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp50 miliar untuk para UMKM di wilayah Jawa Timur dan berencana menjangkau provinsi lainnya pada 2020.
Lanskap bisnis pinjaman daring di Indonesia sendiri dilaporkan mengalami pertumbuhan yang cepat selama tiga tahun terakhir. Pada Juni 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi pinjaman P2P bisa mencapai angka Rp45 triliun, naik 97,7% sejak Desember 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi startup

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top