Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Segera Keluarkan Huawei dari Daftar Hitam

Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menyatakan izin perusahaan negara tersebut untuk menjual komponen ke Huawei Technologies Co akan terbit dalam waktu dekat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 November 2019  |  10:15 WIB
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA  - Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menyatakan izin perusahaan negara tersebut untuk menjual komponen ke Huawei Technologies Co akan terbit dalam waktu dekat.

Reuters melansir Bloomberg melaporkan Ross berkata izin "akan keluar dalam waktu dekat", pemerintah AS sudah menerima 206 permintaan.

"Banyak sekali aplikasinya, lebih banyak dari yang kami perkirakan," kata Ross.

Huawei belum berkomentar atas rencana ini.

Ross menyatakan kemungkinan kebijakan ini akan ditandatangani bulan ini.

"Kami dalam keadaan yang baik, progres baik, tidak ada alasan khusus kenapa tidak bisa," kata Ross.

AS pada pertengahan tahun ini memasukkan Huawei dan sejumlah perusahaan China lainnya ke daftar hitam karena kekhawatiran terhadap keamanan nasional. AS Melarang Huawei membeli komponen dari perusahaan mereka tanpa izin khusus.

Sementara itu, perusahaan AS dilarang menjual produk ke Huawei tanpa izin khusus.

Presiden AS Donald Trump pada Juni lalu berencana memberi sedikit kelonggaran pada perusahaan yang berbisnis dengan Huawei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat huawei

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top